
EVAKUASI: Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya Rayon Jambangan menangani seorang balita yang kepalanya tersangkut di mainan snare drum pada Kamis (27/4).
JawaPos.com – Ada-ada saja tingkah Salsa, bukan nama sebenarnya. Anak perempuan berusia sekitar 2 tahun itu menemukan cara unik mengeksplorasi dunia musik. Meskipun, mungkin saja membuat kepalanya sedikit tidak nyaman. Membuatnya merasa seperti seorang drumer sejati.
Bagaimana tidak, sebuah mainan snare drum bersarang di bagian dahi dan tak bisa dilepas. Saat kejadian, anak kecil itu sedang bermain drum di rumahnya.
Tidak ada hujan tidak ada angin, dia pun menangis. Orang tuanya menemukan sang buah hati dalam posisi seperti itu. Mereka pun telah mencoba beragam cara agar mainan tersebut terlepas. Namun, tak kunjung membuahkan hasil. Kepanikan semakin tak terbendung seiring tangisan yang kian kencang.
Dengan segera, mereka membawa anaknya menuju Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya Rayon Jambangan. Sebab, jarak pos itu sangat dekat dari rumah. Rumahnya terletak di Jalan Jambangan Sawah.
’’Mereka datang naik mobil, rumahnya di belakang pos ini,’’ ucap Su’udil Fatoni, komandan regu Pos DPKP Surabaya Rayon Jambangan, Selasa (2/5).
Petugas yang hendak mengikuti pengamanan di Pos Bundaran Waru itu pun menunda keberangkatan. Mereka berfokus melakukan evakuasi. Ketika mainan tersebut ditarik, ternyata Salsa berteriak kesakitan sembari mengucurkan air mata.
Petugas pun berusaha tetap tenang meski orang tuanya semakin khawatir. ”Aduh… aduh…sakit. Suaranya sudah lirih gitu,’’ katanya menirukan ucapan Salsa saat penanganan.
Supaya Salsa tak memberontak, sang ayah lantas menggendongnya. Petugas pun mencari cara agar evakuasi tak menyakitkan. Ternyata, bagian bawah snare drum tak bisa ditarik keluar. Petugas pun memutuskan untuk mengarahkan snare itu ke bagian leher.
Mereka mematahkan snare tersebut secara paksa dengan menggunakan tangan. Setelah berbagai upaya dan kepanikan, akhirnya petugas berhasil menyelamatkan anak tersebut. Evakuasi pun terbilang cepat, hanya sekitar lima menit.
’’Meski insiden ini terbilang unik, orang tua harus lebih berhati-hati dalam mengawasi anak saat bermain,’’ tutur dia. (dho/c6/git)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
