
BEBAS EKSPRESI: Pembelajaran siswa SDN Jemur Wonosari 1 Surabaya saat Ramadan kemarin (4/4). Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan dukungan terhadap penghapusan tes calistung saat masuk SD.
JawaPos.com – Peniadaan tes baca, tulis, dan hitung (calistung) bakal mulai dilakukan pada penerimaan siswa sekolah dasar tahun ajaran 2023/2024. Transisi dari PAUD ke SD yang menyenangkan itu pun mendapat sambutan positif dari Pemkot Surabaya.
Sebab, itu sesuai dengan program pendidikan di metropolis yang menyeimbangkan pengembangan karakter.
Hal itu diungkapkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Pada prinsipnya, Surabaya siap mendukung kebijakan tersebut. Sebab, cara itu akan bisa menghilangkan pandangan bahwa tidak pintar akademik bukan prestasi yang utama.
’’Kalau saya cenderung mendukung. Sebab, dari Kemendikbud sendiri arahannya bukan hanya pendidikan akademik. Tetapi, juga karakter anak yang dibentuk,’’ katanya.
’’Kalau olahraganya hebat, maka jadikan olahragawan yang hebat. Kalau memiliki bakat melukis, maka jadilah seniman yang hebat,’’ terangnya.
Sementara itu, Kepala Dispendik Surabaya Yusuf Masruh mengatakan, transisi PAUD ke SD yang menyenangkan merupakan bagian dari program merdeka belajar yang dicanangkan Kemendikbud. Itu melanjutkan program-program sebelumnya. Misalnya, pendidikan karakter.
Sama halnya seperti kebijakan masuk SD tanpa tes calistung. Harapannya, anak-anak tidak berfokus pada nilai matematika atau pelajaran lain yang baik. Tetapi, juga bakat mereka.
’’Kami akan memantau proses pelaksanaan pendaftaran. Jika tidak sesuai, orang tua bisa melapor ke dinas. Sebab, sekolah sudah punya indikator-indikator penerimaan peserta didik baru. Artinya, orang tua tidak perlu khawatir,’’ paparnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Se-Surabaya Ahmad Zaini Ilyas memastikan bahwa calistung untuk syarat masuk SD sudah lama tidak diterapkan di Surabaya. Sebab, pendidikan level dasar itu adalah level pendidikan pertama sehingga tidak bisa ditolak. Namun, adanya aturan itu akan mempertegas pelaksanaannya di lapangan.
’’Sekitar 2.010 sekolah sudah tidak menerapkan hal itu. Namun baru setelah masuk, ada pemetaan yang dilakukan sekolah. Untuk mengetahui seberapa kemampuan anak,’’ katanya.
’’Cuma, yang kadang masih salah persepsi itu soal ijazah TK dijadikan syarat masuk SD. Sebenarnya, tidak ada aturan itu. Tanpa menempuh TK pun anak tetap bisa masuk SD,’’ paparnya.
Karena itu, Zaini mengimbau agar orang tua tidak perlu resah dan segera mendaftarkan anaknya ke SD bila umurnya sudah cukup. Tahap TK hanya untuk pengenalan calistung kepada anak. Bukan syarat masuk ke jenjang berikutnya. (gal/c6/git)
HAPUS TES CALISTUNG
- Dispendik sudah mengirimkan surat edaran soal peniadaan tes calistung untuk PPDB.
- Orang tua dipersilakan melapor ke dispendik bila ada sekolah yang mempermasalahkan tes calistung saat anak hendak masuk SD.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
