
Photo
JawaPos.com- Tarif transportasi publik di metropolis belum terintegrasi. Penumpang Suroboyo Bus (SB) dan Trans Semanggi Suroboyo (TSS) harus menyiapkan biaya tambahan jika rute yang dituju terlampau jauh dan harus ganti armada. Sebagai solusinya, pemkot akan menyusun tarif terusan untuk angkutan umum.
Persoalan tarif itu dikeluhkan penumpang dari Surabaya Barat yang hendak menuju Surabaya Utara. Mereka harus membayar tiket bus dua kali. Sebab, ada dua operator yang menjalankan bus tersebut.
Berbeda dengan pengelolaan transportasi di Jakarta. Meski ada beberapa operator angkutan umum, sistem pembayarannya sudah terintegrasi satu sama lain. Sehingga penumpang cukup membayar satu tarif untuk perjalanan jauh yang membutuhkan pergantian jenis angkutan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan, dalam waktu dekat tarif seluruh moda transportasi di Surabaya terintegrasi. Gagasan itu sudah dia sampaikan saat bertemu Kementerian Perhubungan (Kemenhub). ”Kalau berbicara tentang tarif terusan ini kan bagaimana dengan feeder dan bus itu bisa tersambung. Insya Allah tahun 2023 nanti sudah bisa jalan,” ujarnya.
Dengan tarif terusan itu, harapannya minat warga untuk naik angkutan umum kian meningkat. Penumpang tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk sampai ke tujuan atau berpindah armada.
Selain tarif, kapasitas transportasi publik di Surabaya masih terbatas. Saat jam-jam sibuk, SB sering menolak penumpang yang hendak naik dengan alasan penuh. Itu dialami Rahayu, warga Margorejo. ”Saya menunggu di halte Sono Kembang, ternyata bus hanya lewat. Alasannya penuh,” tuturnya.
Rahayu terpaksa menunggu armada berikutnya selama 20 menit. Itu pun penumpang yang naik dibatasi maksimal 3 orang. ”Kalau sore ya begini, bus sering penuh. Kalau pulang, jarang saya dapat tempat duduk, mesti berdiri,” ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Tundjung Iswandaru mengakui jumlah armada SB masih terbatas. Pihaknya tidak bisa seketika mengajukan penambahan. Solusi jangka pendek dengan pengalihan rute. ”Di MERR kami alihkan ke Surabaya Barat. Saya kira untuk di rute Rajawali–Purabaya masih cukup. Kalau penambahan armada, tunggu tahun depan,” terangnya.
Tundjung menambahkan, penambahan SB berjalan tahun depan. ”Soal berapa jumlahnya, kita lihat nanti dulu, yang pasti ada nanti,” paparnya.
---
PERMASALAHAN TRANSPORTASI DI SURABAYA:

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
