
Photo
JawaPos.com– Respons publik atas layanan Bus TransJatim, sejauh ini masih sangat bagus. Angkutan bus yang melayani rute Surabaya Raya (Sidoarjo, Surabaya, Gresik) itu seringkali penuh. Terlebih, saat masa weekend. Seringkali penumpang sampai tidak kebagian tempat duduk.
Karena itu, aspirasi pun banyak. Selain menambah armada agar waktu tunggu lebih singkat, juga penambahan halte. Di Sidoarjo, misalnya. Belakangan, halte baru tengah dibangun di dua titik. Yakni, di depan kantor Pemkab Sidoarjo atau selatan Alun-alun dan depan sentra kuliner Jalan Gajah Mada.
Berdasarkan pantauan, halte tersebut juga masih dalam proses pembangunan. Halte masih dalam bentuk kerangka besi. Sebagian atap baru terpasang. Namun, tempat tunggu itu sudah dilengkapi tempat duduk.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo Moch Rochjadi mengungkapkan, penambahan halte Bus TransJatim tersebut sebenarnya sudah ada dalam rancangan awal. Yaitu, ketika peluncuran program transportasi massal yang dikelola Dishub Provinsi Jatim ini. “Yang baru ada di depan kantor Pemkab dan depan sentra kuliner Jalan Gajah Mada,” tuturnya seperti dilansir Jawa Pos Radar Sidoarjo (14/12).
Selain di dua titik tersebut, lanjut dia, sebenarnya juga ada permintaan untuk menambah halte di depan PT Ecco Indonesia, di wilayah Kecamatan Candi. Tapi, usulan itu masih rencana dan sedang dipertimbangkan. “Kepentingannya untuk menampung para pekerja di lokasi tersebut,” sambungnya.
Halte baru yang tengah dibangun itu bakal menambah titik pemberhentian Bus TransJatim di Sidoarjo. Titik lain yang biasa disinggahi bus bertuliskan Raden Wijaya itu adalah Terminal Porong, Halte Gedang, Tanggulangin, Keramean, Terminal Larangan, Lemah Putro, Sun City, Pondok Mutiara dan Terminal Purabaya.
Bus TransJatim koridor satu tersebut telah diluncurkan pada 19 Agustus lalu. Saat ini, sudah ada sebanyak 22 armada bus yang mengaspal. Koridor satu melintas dari Terminal Porong-Terminal Larangan-Terminal Purabaya-hingga ke Terminal Bunder Gresik. Tarifnya murah. Untuk pelajar, santri atau mahasiswa cuma Rp 2.500 sekali jalan. Untuk warga umum Rp 5.000.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
