Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Desember 2022 | 01.18 WIB

ITS Usulkan Ada Pembobotan Setiap Subtes TPS

SISTEM BARU: Koordinator Humas dan Promosi SNPMB Ismaini Zain menjelaskan sistem penerimaan mahasiswa baru di Gedung Research Center ITS, Surabaya, Senin (5/12). (Robertus Risky/Jawa Pos) - Image

SISTEM BARU: Koordinator Humas dan Promosi SNPMB Ismaini Zain menjelaskan sistem penerimaan mahasiswa baru di Gedung Research Center ITS, Surabaya, Senin (5/12). (Robertus Risky/Jawa Pos)

JawaPos.com – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menyosialisasikan sistem penerimaan mahasiswa baru (maba) 2023 di auditorium Gedung Research Center ITS, Selasa (6/12). Dengan adanya perubahan sistem seleksi nasional berdasar tes (SNBT), ITS mengusulkan agar ada pembobotan di setiap subtes potensi skolastik (TPS). Tujuannya, calon mahasiswa baru tidak salah memilih jurusan.

Koordinator Humas dan Promosi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) –dulu Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT)– Dr Ismaini Zain mengatakan, perubahan yang cukup mendasar pada SNPMB 2023 tidak hanya berlaku untuk sarjana dan sarjana terapan (D-4), tetapi juga diploma tiga (D-3).

’’Jadi, mulai dari SNBP (seleksi nasional berdasar prestasi) dan SNBT untuk sarjana, sarjana terapan, dan D-3,” katanya kepada Jawa Pos kemarin.

Pada aspek SNBP, lanjut dia, tahun depan semua mapel akan masuk seleksi dan dirata-rata dengan bobot 50 persen. Sementara itu, 50 persen lainnya masih diperbolehkan setiap program studi (prodi) menentukan dua mapel yang mendukung prodi tersebut.

’’Kemudian, prestasi nonakademik masuk dalam 50 persen tersebut. Bobotnya diserahkan masing-masing PTN,” ujarnya.

Sementara itu, pada aspek SNBT, tahun depan tidak lagi ada tes kemampuan akademik (TKA). Hanya ada tes potensi skolastik. Yang ditekankan adalah kemampuan literasi.

’’Jadi, remaja harus memahami persoalan-persoalan,” kata dia.

Direktur Pendidikan ITS Dr Eng Siti Machmudah ST MEng mengatakan, persiapan ITS untuk SNPMB hampir sama dengan tahun lalu. Hanya, pada SNBT, yang diujikan hanya TPS. Yakni, penalaran matematika dan literasi.

’’Jadi, pada jalur mandiri, ITS akan memasukkan tes kompetensi akademik. Ada bidang soshum maupun saintek,” tuturnya.

Machmudah menjelaskan, pada jalur SNBT, ITS tetap menggunakan nilai murni dari ujian tulis berbasis komputer (UTBK). Yakni, nilai TPS. Namun, ITS akan mengusulkan ke panitia SNPMB agar ada pembobotan nilai setiap subtes di masing-masing prodi. Contohnya, prodi tertentu membutuhkan nilai penalaran yang tinggi.

’’Di TPS kan ada tujuh subtes. Jadi, ada pembobotan di masing-masing prodi. Kalau nilai rata-rata camaba tinggi, tetapi tinggi di bagian subtes mana harus diketahui. Biar tidak salah jurusan,” ujarnya.

Selain itu, ITS akan memasukkan sarjana terapan dalam SNPMB 2023. Tahun sebelumnya, seleksi sarjana terapan ITS dilaksanakan secara internal.

’’Sarjana terapan sangat mungkin ikut lagi di SNBP dan SNBT karena sudah ada di permen,” katanya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore