Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Desember 2022 | 20.59 WIB

Razia Gabungan, Tangkap 26 Gangster di Surabaya

DITANGKAP SEBELUM BERAKSI: Tim gabungan menangkap sekelompok gangster sebelum mereka beraksi di Jalan Kenjeran Sabtu (3/12) malam. (Alfian Rizal/Jawa Pos) - Image

DITANGKAP SEBELUM BERAKSI: Tim gabungan menangkap sekelompok gangster sebelum mereka beraksi di Jalan Kenjeran Sabtu (3/12) malam. (Alfian Rizal/Jawa Pos)

JawaPos.com – Maraknya aksi gangster di Surabaya belakangan mendapat perhatian banyak pihak. Forkopimda Surabaya menggelar razia gabungan Sabtu (3/12) malam. Dalam patroli hingga kemarin dini hari itu, petugas menjaring 26 remaja. Dua di antaranya kemudian ditetapkan sebagai tersangka karena membawa senjata tajam (sajam) jenis pisau dan kerambit.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan, patroli itu merupakan langkah yang diambil untuk meredam aksi gangster. Dia meminta masyarakat turut serta melawan mereka.

”Lek ono sing cangkruk, langsung parani ae. Warga harus gotong royong melawan ini. Camat dan lurah sudah saya minta gelar patroli sampai pagi,’’ ujarnya.

Berdasar pantauan, petugas patroli menghentikan motor empat pemuda di Jalan Kenjeran karena gelagatnya mencurigakan. Mereka langsung diperiksa. Tanpa atribut pengaman dan kelengkapan surat motor, mereka pun diinterogasi.

Dua bilah sajam ditemukan petugas saat mengecek jok motor mereka. Disembunyikan di balik tumpukan obeng dan barang lain. Mereka lantas dibawa ke Mapolrestabes Surabaya. Di sejumlah lokasi lain, petugas juga me_ngamankan gerombolan pemuda yang berkumpul lebih dari lima orang tanpa alasan yang jelas.

Total 26 pemuda yang terjaring patroli gabungan. Kapolrestabes Surabaya Kombespol Akhmad Yusep Gunawan menyatakan akan terus mendalami keterlibatan mereka dengan anggota geng. Dia juga memastikan patroli serupa bakal digelar setiap malam. ’’Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat,” katanya.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana secara terpisah menuturkan, pemilik sajam di kawasan Kenjeran ditetapkan sebagai tersangka setelah diperiksa. Masing-masing berinisial R dan F. Mereka berkilah bukan anggota geng. Keduanya beralasan membawa sajam untuk menjaga diri. Mirzal menyebut keduanya akan dijerat dengan UU Darurat karena membawa sajam tanpa izin ke tempat keramaian.

Dia menyampaikan, penyidik juga mendalami dugaan pidana lain dari tiga orang yang diamankan di Jalan Lebak Permai. Sebab, mereka membawa tujuh ponsel saat ditemukan.

Razia gabungan itu adalah salah satu upaya menutup ruang gerak gangster yang kian meresahkan. Sabtu (29/11) malam lalu misalnya. Bentrok antargeng sampai memakan korban. Yakni, RDA, satpam Perumahan Pakuwon City, Mulyorejo.

Malam itu, korban berusaha membubarkan tawuran antara Geng Gukguk dan Geng Kwok-Kwok di depan pos jaganya. Namun, pemuda 22 tahun itu justru disabet sajam. Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak menangkap tujuh pelakunya beberapa hari berselang. Empat di antaranya masih di bawah umur.

’’Selain anggota, seorang panglima Geng Gukguk berhasil ditangkap,’’ kata Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Arief Ryzki Wicaksana.

Panglima Geng Harus Berani Membacok


Namanya Ardan. Usianya baru 21 tahun. Dia disebut punya pengaruh tinggi dan paling bernyali dalam gengnya. Berdasar pemeriksaan, syarat menjadi panglima geng harus berani membacok.

AKP Arief menyatakan, anggota Geng Gukguk mencapai ratusan orang. Mereka tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga Sidoarjo.

Geng Gukguk disebut terstruktur. Anggotanya berbagi peran untuk menunjukkan eksistensi geng. Ada yang bertugas mencari musuh, menyediakan senjata, sampai menentukan lokasi tawuran.

Dari proses penyidikan diketahui, sajam yang dibawa anggota geng hasil modifikasi perajin di Madura. Harganya Rp 300 ribu. Arief menyatakan, saat ini pihaknya masih mencari perajin jujukan anggota geng tersebut.

Maraknya aksi anggota geng menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. Dirga Satria, salah seorang mahasiswa PTN, mengaku temannya pernah diserang orang asing di kawasan Gebang Putih, Sukolilo.

Dirga menyebut temannya mau pulang ke kos dengan naik motor. Dia dihadang gerombolan pemuda yang juga naik motor. ”Jumlahnya puluhan orang. Ada yang boncengan tiga,” ujarnya.

Menurut dia, beberapa orang dari gerombolan itu membawa sajam dan mengayunkannya secara acak. Temannya pun terkena sabetan. ’’Luka di punggung, sayatannya kecil. Alhamdulillah bisa lolos,’’ jelasnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore