
Photo
JawaPos.com- RSUD Sidoarjo akan mengubah perwajahannya dengan merenovasi gedung depan pada 2023 mendatang. Gedung dua lantai yang berada di sisi paling depan menghadap jalan raya itu akan dibongkar dan direnovasi menjadi gedung delapan lantai.
Kemarin (23/11) aktivitas yang biasanya berlangsung di lantai 2 gedung tersebut sudah dinonaktifkan. Direktur RSUD Sidoarjo dr Atok Irawan mengungkapkan, pelayanan administrasi dan ruangan para petinggi di gedung tersebut akan dipindahkan secara berkala pada awal tahun. ’’Nantinya pindah ke beberapa lokasi, seperti ruang direktur akan dipindah ke gedung kanker terpadu dulu,’’ tuturnya.
Gedung tersebut dicanangkan akan menjadi pusat pelayanan terpadu, baik pemeriksaan maupun administrasi yang bisa menampung dan menangani lebih banyak pasien. Gedung baru akan digunakan untuk melayani rawat jalan untuk pasien subspesialis, geriatri terpadu, serta rehab medik.
’’Nantinya juga akan ada perluasan ruang pertemuan serta bisa jadi tempat pendidikan dan penelitian bagi nakes, dengan berbasis digital hospital,’’ ungkap Atok.
Gedung baru merupakan salah satu cara agar RSUD Sidoarjo bisa naik menjadi tipe A. Menurut Atok, bangunan yang baru dengan delapan lantai tersebut juga akan menjadi ikon RSUD Sidoarjo. ’’Saat ini masih proses lelang perencanaannya,’’ ujar dokter spesialis paru-paru tersebut.
Sementara itu, anggaran pembangunan gedung tersebut belum ditentukan. Mengingat, dana APBD yang akan digunakan untuk pembangunan pada tahun depan belum disahkan DPRD Sidoarjo. ’’Memang sudah ada perencanaannya dan info dari bupati, tapi lebih baiknya nunggu diketok palu dulu APBD-nya,’’ tuturnya.
RSUD Sidoarjo sendiri ditargetkan bisa naik menjadi tipe A pada pertengahan 2023. Saat ini RSUD Sidoarjo sudah memiliki 17 tenaga subspesialis. Ini sudah melebihi syarat untuk naik jadi tipe A.
Di sisi lain, fasilitas seperti instalasi pelayanan kanker terpadu (IPKT) membuat RSUD Sidoarjo mantap naik kelas tahun depan. ’’Untuk radiologi, insya Allah pada akhir tahun ini linac akan diverifikasi Bapeten dan bisa digunakan,’’ pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
