
Halodoc/(istimewa)
JawaPos.com - Ekosistem kesehatan digital dari hulu ke hilir, perlu dilakukan di tengah era yang serba cepat ini. Ekosistem tersebut harus menghubungkan tiga pilar utama kesehatan: pasien, tenaga kesehatan, dan mitra ekosistem melalui teknologi terbaru.
Menjawab kebutuhan ini, Halodoc melalui inovasi HILDA sebagai asisten digital yang kini berkembang menjadi Halodoc on WhatsApp, dan layanan Family Care yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Chief Operating Officer Halodoc, Alfonsius Timboel mengatakan dalam kurun waktu singkat setelah diluncurkan pada 2025, HILDA mencatatkan hingga saat ini lebih dari 2 juta sesi interaksi pengguna, antara lain mencari bantuan untuk menavigasi layanan Halodoc seperti dokter spesialis yang sesuai, bertanya mengenai informasi kesehatan sehari-hari, serta informasi obat dan vitamin. Pola tersebut menunjukkan bahwa masyarakat siap untuk pengalaman kesehatan digital yang lebih proaktif.
Menjawab kebutuhan ini, Halodoc menghadirkan HILDA di WhatsApp, platform yang telah menjadi bagian dari keseharian 91% pengguna internet Indonesia, atau setara dengan estimasi 185-190 juta pengguna, untuk memastikan akses layanan kesehatan yang lebih mudah dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Fitur Family Care memungkinkan pengguna menambahkan profil terpisah untuk setiap anggota keluarga, dengan rekam medis, riwayat kesehatan, jadwal, dan perawatan preventif masing-masing yang terdokumentasi dalam satu tampilan terintegrasi, sehingga dapat memudahkan ibu dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga.
"Misi Halodoc menyederhanakan layanan kesehatan untuk semua lapisan masyarakat. Halodoc on Whatsapp dan Family Care dirancang untuk hadir di titik di mana masyarakat sudah berada, sehingga kebutuhan kesehatan keluarga bisa dikelola di sela-sela aktivitas sehari-hari, tanpa memberikan beban tambahan bagi mereka," ujar Fibriyani Elastria, Chief Marketing Officer Halodoc.
Baca Juga:Mayapada Hospital Jadi Pelopor ERAS® di Indonesia, Operasi Lutut Terbukti Pulih Lebih Cepat
Dari sisi penyedia layanan, Halodoc berupaya untuk terus meningkatkan kualitas layanan medis yang diberikan oleh tenaga kesehatan, termasuk dokter, apoteker, bidan, dan lainnya. Salah satunya melalui Halodoc Academy, yang merupakan wadah pembelajaran terakreditasi Kementerian Kesehatan dan menyediakan program peningkatan kompetensi sekaligus perolehan Satuan Kredit Profesi (SKP), yang terbuka untuk dokter, apoteker, bidan, perawat dan tenaga kesehatan lainnya.
Hingga saat ini, Halodoc Academy telah diikuti oleh lebih dari 123.000 peserta dan menggelar 180 pelatihan bagi tenaga kesehatan. Saat ini, kami memperbarui Halodoc Academy dan platform Halodoc Doctors menjadi terintegrasi, melalui fitur Learn sebagai wadah edukasi. Dengan begitu, akses pembelajaran memungkinkan tenaga kesehatan mengikuti berbagai program edukasi serta peningkatan kompetensi secara lebih mudah dan terstruktur.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Analisis Prediksi Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kans Besar Three Lions Lolos ke Semifinal!
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: Tembok Tebal La Roja Bakal Sulitkan Setan Merah!
Rekor 12 Pertemuan Norwegia vs Inggris: Three Lions Superior, Mampukah Erling Haaland Cs Mematahkan Dominasi?
Sepak Bola Indonesia Berduka, Tokoh Suporter Persebaya Surabaya Andie Peci Meninggal Dunia
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
