Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 September 2022 | 00.03 WIB

Ingatkan Bahaya Limbah Pospak bagi Lingkungan dan Kesehatan

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Tingkat kesadaran warga terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan terbukti masih rendah. Secara kasatmata, itu dapat dibuktikan dengan masih banyaknya pembuangan limbah popok sekali pakai (pospak) disertai kotoran secara sembarangan. Hal tersebut jelas dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan.

Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) bersama LSM Wahana Visi Indonesia (WVI) mengumpulkan data tentang hal itu. Dosen FKM Unair Corie Indria Prasasti menjelaskan, pembuangan limbah kategori sampah spesifik seperti masker, pembalut, dan pospak begitu banyak tersebar. Sampah tersebut oleh masyarakat dibuang secara sembarangan. ”Sering kita jumpai di sungai,’’ ujarnya kemarin (13/9).

Pembuangan popok bersama kotoran secara sembarangan dapat menimbulkan permasalahan lingkungan dan kesehatan. Sebab, ada bakteri patogen yang dapat memicu penyakit diare. Bahan pembuatan pospak yang berasal dari bahan kimia tak mudah terurai juga menimbulkan pencemaran lingkungan.

FKM Unair bersama WVI telah melakukan penelitian untuk menganalisis determinan perilaku masyarakat terhadap pembuangan popok sejak Maret hingga Mei. Kegiatan tersebut dilakukan di lima kelurahan. Yakni, Kelurahan Tanah Kali Kedinding dan Kelurahan Bulak Banteng di Kecamatan Kenjeran serta Kelurahan Tambakrejo, Simolawang, dan Sidodadi di Kecamatan Simokerto.

Corie menyatakan, hasil penelitian menunjukkan, faktor penyebab tingginya pembuangan sampah popok secara sembarangan adalah banyaknya warga yang belum menganggap hal tersebut penting. Selain itu, tidak ada regulasi untuk mengatur pembuangan popok yang seharusnya masuk kategori sampah spesifik.

”Diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi permasalahan ini,’’ jelas Corie yang juga ketua tim penelitian tersebut.

Sering dijumpai di kawasan Kali Tebu terdapat sampah yang menumpuk. Mayoritas sampah popok mendominasi pada aliran kali sisi selatan Rumah Pompa Tambak Wedi tersebut. Fakta itu didukung survei Ecoton yang menyebut 60 persen sampah yang ditemukan di sungai merupakan popok bayi dari berbagi merek.

Manajer Area Program WVI Surabaya Charles Frans menjelaskan, untuk mengedukasi warga tentang pembuangan sampah popok yang aman dan sehat, pihaknya telah mengembangkan desain board game. Tak hanya itu, video edukasi juga dibuat untuk disebarluaskan secara masif melalui media sosial kepada masyarakat. ”Harapannya, masyarakat menjadi lebih tahu,’’ ungkapnya.

Charles menyatakan akan terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat dengan menggandeng FKM Unair bersama kelurahan-kecamatan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya membuang limbah popok pada tempatnya.

Sejak Agustus lalu, WVI juga melakukan uji coba potty training atau latihan buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK) kepada balita dari 15 KK di Kelurahan Simolawang. Saat ini sudah memasuki tahap evaluasi. Bila efektif, latihan itu akan disebarluaskan kepada masyarakat.

”Kita akan menggandeng kelurahan, PKK, serta dinkes. Untuk membantu terjun ke masyarakat,’’ jelas Charles.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore