Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 September 2022 | 04.09 WIB

BBM Naik, Sampai Saat Ini Tarif Suroboyo Bus Masih Rp 5,000

PENUNJANG MOBILITAS WARGA: Suroboyo Bus SB12 koridor Purabaya-Jembatan Merah saat melewati Jalan Panglima Besar Sudirman tepat di Monumen Bambu Runcing. Warga menunggu rute baru. (Allex Qomarulla/Jawa Pos) - Image

PENUNJANG MOBILITAS WARGA: Suroboyo Bus SB12 koridor Purabaya-Jembatan Merah saat melewati Jalan Panglima Besar Sudirman tepat di Monumen Bambu Runcing. Warga menunggu rute baru. (Allex Qomarulla/Jawa Pos)

JawaPos.com- Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi sejak Sabtu (3/9) lalu, jelas berdampak langsung pada biaya transportasi. Termasuk transportasi publik di Kota Surabaya,. Mulai Suroboyo Bus hingga angkutan kota (angkot).

Saat ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkot Surabaya masih melakukan kajian tentang kemungkinan penyesuaian tarif Suroboyo Bus.“Suroboyo Bus masih menggunakan tarif lama Rp 5.000,” kata Kepala Bidang Angkutan Dishub Surabaya Soenoto seperti dilansir Jawa Pos Radar Surabaya, Senin (5/9).

Menurut Soenoto, selama anggaran operasional dari Pemkot Surabaya masih tercukupi, maka tarif Suroboyo Bus kemungkinan tidak akan dinaikkan. Namun, kebijakan tersebut akan menyesuaikan pemerintah pusat. “Tunggu kajian,” tuturnya.

Untuk diketahui, Suroboyo Bus menggunakan BBM Dexlite. BBM tersebut kini berharga Rp 17.100. Satu unit Suroboyo Bus dalam sehari, bisa menempuh 278 kilometer. Dalam beberapa waktu terakhir, animo warga menggunakan Suroboyo Bus juga naik. Dishub menyebut jumlahnya bisa sampai 120 ribu per bulan.

Lantas bagaimana dengan tarif angkutan kota dan lainnya? Soenoto kembali menerangkan, pihaknya masih menunggu kebijakan tarif dari pemerintah pusat. Yang jelas, saat ini tranportasi publik masih menggunakan tarif lama sesuai dengan Perwali Surabaya Nomor 76 Tahun 2014.

“Karena kenaikan BBM merupakan kebijakan nasional. Tentu kita menunggu. Sampai saat ini masih belum ada juknis (petunjuk teknis) dari pusat,” ungkapnya. Rencananya pemerintah juga akan mengeluarkan bantuan sejenis BLT untuk bidang transportasi. “Kita masih belum tahu,” lanjut Soenoto.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony mengatakan, kenaikan harga BBM ini tentu akan memberatkan masyarakat. Terutama saat menggunakan kendaraan pribadi. “Jadi, mau tidak mau masyarakat harus juga berhijrah atau sadar transportasi massal,” katanya.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore