
BERSINERGI: Dari kiri, Wakasatlantas Polrestabes Surabaya Kompol Randy Asdar, Kasatlantas Polrestabes Surabaya Kompol Arif Fazlurrahman, Pemred Jawa Pos Koran Ibnu Yunianto, dan Kaurbinops Satlantas Polrestabes Surabaya AKP M. Suud saat berkunjung ke kant
JawaPos.com - Hampir setiap hari polisi mendapatkan laporan kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Untuk menekan dampak fatalitasnya, diperlukan sebuah inovasi. Kasatlantas Polrestabes Surabaya Kompol Arif Fazlurrahman mengungkapkannya ketika bertandang ke kantor redaksi Jawa Pos, Senin (29/8).
Bagaimana tren laka lantas di Surabaya?
Jumlahnya tergolong tinggi. Dalam dua pekan terakhir misalnya. Laporan yang masuk mencapai 63 kejadian. Enam orang tercatat meninggal dunia. Kondisi itu tentunya tidak bisa didiamkan.
Apa yang bisa dilakukan ke depan?
Membuat sebuah inovasi khusus. Konsepnya sedang disiapkan. Intinya, kami ingin mengedukasi masyarakat agar selalu tertib berkendara. Dengan begitu, potensi terjadinya kecelakaan bisa diminimalkan.
Bukankah selama ini sudah rutin menggelar sosialisasi patuh berkendara?
Benar. Inovasi ini tujuannya untuk semakin memaksimalkan upaya yang sudah berjalan.
Gambaran inovasinya nanti seperti apa?
Mengedepankan kolaborasi dengan banyak pihak, termasuk media massa. Bicara upaya, program tilang elektronik yang sudah berjalan bisa menjadi sarana.
Misalnya, jenis pelanggaran yang terekam dipublikasikan tanpa menghilangkan unsur privasi pengendara. Gambarnya disertai potensi kecelakaan yang bisa terjadi. Bisa juga dengan program berkelanjutan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Mengenai tilang elektronik, apakah penerapannya sudah sesuai harapan?
Output inovasi sebenarnya bagus. Masyarakat menjadi lebih tertib dalam berkendara. Namun, penerapannya bukan berarti menghilangkan tugas polisi lalu lintas. Jajaran tetap kami minta sesekali turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan manual kepada pengendara.
Misalnya, memeriksa surat kelengkapan kendaraan. Sebab, evaluasi menunjukkan pemeriksaan di lapangan tetap penting. Di antaranya, menutup ruang gerak pelaku curanmor (pencurian kendaraan bermotor).

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
