Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Agustus 2022 | 22.48 WIB

Kompol Arif Fazlurrahman: Kolaborasi Tekan Fatalitas Laka Lantas

BERSINERGI: Dari kiri, Wakasatlantas Polrestabes Surabaya Kompol Randy Asdar, Kasatlantas Polrestabes Surabaya Kompol Arif Fazlurrahman, Pemred Jawa Pos Koran Ibnu Yunianto, dan Kaurbinops Satlantas Polrestabes Surabaya AKP M. Suud saat berkunjung ke kant - Image

BERSINERGI: Dari kiri, Wakasatlantas Polrestabes Surabaya Kompol Randy Asdar, Kasatlantas Polrestabes Surabaya Kompol Arif Fazlurrahman, Pemred Jawa Pos Koran Ibnu Yunianto, dan Kaurbinops Satlantas Polrestabes Surabaya AKP M. Suud saat berkunjung ke kant

JawaPos.com - Hampir setiap hari polisi mendapatkan laporan kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Untuk menekan dampak fatalitasnya, diperlukan sebuah inovasi. Kasatlantas Polrestabes Surabaya Kompol Arif Fazlurrahman mengungkapkannya ketika bertandang ke kantor redaksi Jawa Pos, Senin (29/8).

Bagaimana tren laka lantas di Surabaya?

Jumlahnya tergolong tinggi. Dalam dua pekan terakhir misalnya. Laporan yang masuk mencapai 63 kejadian. Enam orang tercatat meninggal dunia. Kondisi itu tentunya tidak bisa didiamkan.

Apa yang bisa dilakukan ke depan?

Membuat sebuah inovasi khusus. Konsepnya sedang disiapkan. Intinya, kami ingin mengedukasi masyarakat agar selalu tertib berkendara. Dengan begitu, potensi terjadinya kecelakaan bisa diminimalkan.

Bukankah selama ini sudah rutin menggelar sosialisasi patuh berkendara?

Benar. Inovasi ini tujuannya untuk semakin memaksimalkan upaya yang sudah berjalan.

Gambaran inovasinya nanti seperti apa?

Mengedepankan kolaborasi dengan banyak pihak, termasuk media massa. Bicara upaya, program tilang elektronik yang sudah berjalan bisa menjadi sarana.

Misalnya, jenis pelanggaran yang terekam dipublikasikan tanpa menghilangkan unsur privasi pengendara. Gambarnya disertai potensi kecelakaan yang bisa terjadi. Bisa juga dengan program berkelanjutan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Mengenai tilang elektronik, apakah penerapannya sudah sesuai harapan?

Output inovasi sebenarnya bagus. Masyarakat menjadi lebih tertib dalam berkendara. Namun, penerapannya bukan berarti menghilangkan tugas polisi lalu lintas. Jajaran tetap kami minta sesekali turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan manual kepada pengendara.

Misalnya, memeriksa surat kelengkapan kendaraan. Sebab, evaluasi menunjukkan pemeriksaan di lapangan tetap penting. Di antaranya, menutup ruang gerak pelaku curanmor (pencurian kendaraan bermotor).

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore