
Photo
JawaPos.com- Dua jalan layan atau flyover baru di Sidoarjo bakal mulai dibangun. Yakni, di Kecamatan Krian dan Tarik. Lelang sudah tuntas. Bulan depan pembangunan dua proyek tersebut serentak dilakukan.
Ketua Tim Percepatan Pembangunan Flyover Krian Bachruni Aryawan menyatakan, saat ini pemenang lelang sudah ditentukan. Tanda tangan kontrak juga sudah dilakukan.
Bachruni menyebutkan, PT Wika-KSO menjadi pelaksana pekerjaan Flyover Krian dan PT Yasapola Remaja menjadi pelaksana pembangunan Flyover Tarik. ”Kontrak kerja dimulai minggu kedua Agustus. Setelah ini mulai persiapan mobilisasi alat dan materialnya,” jelas Bachruni.
Koordinasi dengan pihak desa dan kecamatan terkait mobilisasi serta peletakan material sudah dilakukan. ”Awal bulan depan pengerjaan sudah bisa dilakukan, baik di Krian maupun di Tarik,” ujarnya. Targetnya sama, Desember 2023 tuntas.
Menurut Bachruni, skema pembangunan menggunakan kontrak multiyears. Artinya, lebih dari setahun sehingga Januari tahun depan tidak perlu kontrak ulang. ”Semoga mulus tanpa halangan karena lahan sudah siap. Pembebasan sudah semua. Tinggal menunggu pelaksanaan,” jelas Bachruni.
Termasuk Flyover Tarik. Lahan sudah siap. Tanpa ada pembebasan karena lahan yang akan digunakan milik Pemkab Sidoarjo. ”Tarik lebih cepat karena lahannya dulu tidak perlu pembebasan,” katanya.
Dia menjelaskan, Flyover Krian dibangun sepanjang 700 meter. Masing-masing oprit atau turunan flyover dibangun 100 meter. Flyover tersebut menjadi solusi kemacetan di Jalan Moh. Yamin dan Kiai Mojo, Krian. Sebab, di titik tersebut ada jalur perlintasan langsung (JPL) 64 kereta api.
Sedangkan Flyover Tarik dibangun mirip letter U menyeberangi JPL 79 Desa Kedinding, Kecamatan Tarik, dengan panjang total 412,5 meter. Tujuannya, sama-sama mengurai kemacetan di perlintasan kereta api.
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor menyatakan, dengan tuntasnya tender ke dua FO tersebut, proyek itu sudah sesuai dengan trek. ”Sidoarjo sudah on track cukup baik dalam menyelesaikan kemacetan. Titik-titik kemacetan mulai berkurang. Baik di barat, utara, maupun tengah,” ujarnya.
Yang perlu diingat, saat pembangunan, titik tersebut tentu akan macet. Pihaknya bakal melakukan pengaturan lalu lintas, namun gangguan arus karena proyek tentu tak bisa dihindarkan. ”Kami mohon maaf karena proses pembangunannya. Tapi tidak lama nanti sudah tidak macet lagi,” jelasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
