
Banjir di Jalan Ahmad Yani Surabaya. Alfian Rizal/JawaPos
JawaPos.com – Banjir masih menjadi persoalan serius di Surabaya. Itulah yang terbukti dari sejumlah indikator. Misalnya, jumlah genangan, kedalaman genangan, dan lama genangan yang belum juga berkurang.
Jumlah lokasi rawan banjir, misalnya. Sejauh ini masih ada 118 titik banjir. Lokasi tersebut kerap kebanjiran setelah hujan lebat. Lokasinya tersebar di lima rayon. Mulai rayon Surabaya Selatan, Surabaya Barat, Surabaya Timur, Surabaya Utara, hingga Surabaya Pusat.
Di Surabaya Timur, kawasan Gubeng menjadi daerah yang kerap kebanjiran. Di sana ada 52 titik banjir. Setelah hujan deras, air menggenang di jalan-jalan protokol. Beberapa jalan yang terdampak adalah Jalan Kertajaya Indah, Jalan Dharmahusada Permai, dan Jalan Pucang Anom.
”Tahun ini harus bisa diatasi. Banjir harus terurai dari hulu ke hilir,” kata Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Aning Rahmawati, Kamis (18/8).
Daerah rawan banjir juga meliputi Jambangan, Rungkut, dan Tenggilis Mejoyo. Di kawasan tersebut, air kerap meluap karena saluran tidak memadai. Di lokasi itu ketinggian air mencapai 40 sentimeter.
Menurut Aning, problem banjir tahunan itu harus bisa teratasi. Apalagi dengan porsi anggaran yang jumbo. Berdasar KUA-PPAS 2023, anggaran penanggulangan banjir mencapai Rp 846 miliar. Alokasi anggarannya naik hampir 100 persen dari tahun ini. ”Penanganannya harus sistemis. Jangan lagi dilakukan secara sporadis,” tutur Aning.
Selama ini penanganan banjir di kota ini mengacu pada Surabaya Drainage Master Plan (SDMP) 2018–2038. Namun, sistem itu punya kelemahan. Aning pun meminta SDMP dievaluasi. Sebab, banyak yang tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan. ”Dulu daerah itu tidak banjir, tapi sekarang banjir. Nah, kasus seperti ini cukup banyak,” jelasnya.
Pemicunya beragam. Salah satunya, banyaknya alih fungsi lahan. Di lahan yang sebelumnya kosong, kini sudah berdiri bangunan tinggi atau perumahan. Akibatnya, serapan air berkurang dan muncul titik banjir baru. Apalagi tidak didukung sistem drainase yang memadai. ”Kami minta ada evaluasi SDMP,” ujar anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD tersebut.
Momen itu juga bertepatan dengan pembahasan raperda tentang pengendalian banjir. Raperda harus bisa menjadi road map penanganan banjir secara menyeluruh.
Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono mengingatkan pemkot untuk menggunakan anggaran banjir yang besar secara efektif. Harus ada kajian kebutuhan. Misalnya, dibutuhkan berapa boezem sebagai daerah tangkapan air. Mulai hulu sampai hilir. ”Kalau berdampak signifikan pada penanganan banjir, saya rasa DPRD tidak berkeberatan meloloskan anggaran besar ini,” tegas Awi, sapaan Adi Sutarwijono.
Terpisah, pemkot terus berupaya mengurangi daerah banjir. Selain mengawasi debit aliran sungai, pemkot rutin mengambil sampling untuk pengawasan kualitas air sungai. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Agus Hebi menyatakan, tes sampling dilakukan secara berkala. Per bulan hingga setahun sekali.
Misalnya, di saluran dan boezem Kalidami. Air di boezem Kalidami diambil untuk dijadikan sampling pada 6 Februari, 7 April, dan 6 Juni. Pada 6 Februari dan 7 April, status kualitas air boezem memenuhi baku mutunya. (mar/sam/c14/git)
---
SEJUMLAH WILAYAH RAWAN BANJIR BERDASAR RAYON
Wiyung:
-Jalan Babatan
-Lidah Kulon
Jambangan:
-Ketintang Raya
-Jalan Ketintang Madya
-Jalan Jetis Kulon
Tandes:
-Tambak Osowilangun
-Jalan Rejosari
-Jalan Raya Made Utara
-Jalan Raya Pakal
Genteng:
-Jalan Blauran
-Jalan Bromo
-Jalan Tidar
-Jalan Ciliwung
Gubeng:
-Pucang Anom
-Manyar Sabrangan
-Jalan Kertajaya
Tandes:
-Jalan Raya Tengger
-Jalan Raya Manukan Lor
Sumber: Reportase Jawa Pos
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

5 Pekerjaan Terbaik untuk Introvert, Pilihan Karir yang Sesuai dengan Kelebihan Diri
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme, Indonesia Pimpin CTIF Council
Bill Gates Puji AI Meta Milik Zuckerberg, Muse Dinilai Mampu Mengubah Cara Orang Bekerja
KPK: Kerugian Negara dalam Kasus Bea Cukai yang Terkait PT Djarum Capai Triliunan
Prediksi Skor Everton vs Newcastle United: Tuan Rumah Tertekan, The Magpies Bidik Kemenangan
Prediksi Skor RANS Nusantara FC vs Kendal Tornado FC, Duel Ketat Tim Papan Atas Championship
Prediksi Skor Adelaide United vs Lion City Sailors: Duel Perebutan Posisi Puncak Grup F ACL Two
Prediksi Frosinone vs Lecce di Serie A: Ancaman Raimondo dan Masalah Pertahanan Tim Tamu
Prediksi Skor Frosinone vs Lecce: Canarini Bidik 4 Kemenangan Kandang Beruntun

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022