Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Agustus 2022 | 04.59 WIB

Busa Putih Ternyata Sudah Biasa Muncul di Sungai Surabaya

Kondisi sungai saat tertutup busa putih. Pemkot Surabaya for JawaPos - Image

Kondisi sungai saat tertutup busa putih. Pemkot Surabaya for JawaPos

JawaPos.com–Munculnya busa putih berlimpah di sungai di Surabaya ternyata bukan sekali terjadi. Fenomena itu sudah sering terjadi, bahkan sudah menjadi hal biasa.

Selasa (2/8), busa juga terlihat bergulung-gulung disamping Pakuwon City Mall di Jalan Kalisari Damen. Menurut warga, hal itu sudah biasa terjadi.

Hal itu juga diungkapkan operator rumah pompa Bosem Kalidami, Bambang. Dia mengatakan, peristiwa itu bermula ketika pihaknya diinstruksikan dinas terkait untuk membuka pompa.

”Tadi kan tinggi sampai 90 cm, terpaksa dipompa, tadi pagi cuaca kan mendung,” ujar Bambang pada Selasa (2/8).

Bambang pun membuka pompa yang menyalurkan air ke Jalan Kalisari Damen. Akhirnya, sungai di sekitar rumah warga tersebut dipenuhi dengan busa. Busa limbah menutupi sungai Kalisari. Saking banyaknya busa yang menumpuk, terkadang bisa beterbangan ke rumah warga.

Gak dipompa dimarahin dinas, dipompa warga yang protes karena busanya terbang-terbang sampai ke rumah warga,” jelas Bambang.

Busa itu makin bertambah banyak ketika musim kemarau tiba. Sebaliknya, saat musim hujan limbah tercampur dengan air hujan menjadi tak terlihat.

”Sudah lama dari tahun-tahun sebelumnya kalau pas musim kemarau dipompa (keluar busa). Musim hujan kan ada campur, jadi gak seberapa tinggi busanya,” ucap Bambang.

Berdasar pantauan, busa di Kalisari Damen sudah tak terlihat menumpuk pada pukul 12.00 WIB. Sisa-sisa busa terlihat di pintu air.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menduga busa yang menutupi sungai di Surabaya berasal dari limbah pabrik. ”Dinas Lingkungan Hidup (DLH) lagi susur sungai. Lagi mencari satu-satu itu penyebabnya dari mana,” kata Eri.

Dugaan itu menurut Eri, karena tidak mungkin busa muncul akibat limbah rumah tangga. Limbah rumah tangga, tidak mungkin busanya sebanyak itu.

”Harusnya kalau rumah tangga nggak sampai sebanyak itu (busanya) dan nggak sampai mempengaruhi seperti itu. Kalau rumah usaha juga nggak mungkin sebesar itu,” ujar Eri.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore