Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Juli 2022 | 23.20 WIB

Jalan Macet, Catwalk ala Citayam Fashion Week di Tunjungan Dibubarkan

Suasana catwalk ala Citayam Fashion Week di Jalan Tunjungan Surabaya. (Alfian Rizal/JawaPos - Image

Suasana catwalk ala Citayam Fashion Week di Jalan Tunjungan Surabaya. (Alfian Rizal/JawaPos

JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah tegas dengan menghentikan kegiatan catwalk ala Citayam Fashion Week pada Minggu (24/7) malam. Kegiatan fashion show yang diinisiasi anak muda di Jalan Tunjungan itu harus dihentikan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, kegiatan tersebut mengganggu kenyamanan pengendara dan ketertiban lalu lintas. Sehingga kegiatan Tunjungan Fashion Week di kawasan Jalan Tunjungan dihentikan.

”Ini bukan soal tidak pro kreasi atau pro kreasi khas anak muda. Tapi ini soal kebaikan bersama, kenyamanan pengguna jalan, dan aktivitas yang tidak menimbulkan kemacetan,” kata Eri Cahyadi, Senin (25/7).

Eri menyatakan, penghentian kegiatan itu bukan berarti pemkot tidak pro kreasi seni di Surabaya. Sebab, program serupa dapat dilakukan di tempat dan momen lain.

”Misalnya, ketika agenda car free day (CFD) atau di Balai Pemuda serta sejumlah ruang terbuka hijau. Ini bisa dilakukan sebagai unjuk kreasi fashion anak-anak muda Surabaya. Atau di jalur pedestrian dengan konsep terjadwal dan berizin, supaya bisa diatur agar tidak mengurangi kenyamanan masyarakat luas,” tutur Eri.

Dengan demikian, Eri yakin, kreasi semacam itu tidak akan menimbulkan kemacetan. Sebab, kegiatan tersebut dilakukan saat car free day dan di ruang-ruang publik bukan di jalan raya.

”Soal konsep outfit-nya, silakan berkreasi. Namun, harus tetap menginspirasi, ojok pating pecotot (tidak rapi) dan sing gak karu-karuan (tidak pantas), juga harus mencerminkan karakter khas arek Suroboyo,” ujar Eri.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu mengungkapkan, pada November 2021, Pemkot Surabaya telah meluncurkan konsep di Jalan Tunjungan berupa Tunjungan Romansa. Konsep tersebut disediakan sebagai ruang kreasi seni, budaya, dan ekonomi kreatif di Kota Surabaya.

”Musik, fashion, kuliner, dan beragam kreasi melebur di Tunjungan Romansa. Sebagian dikonsep di area pedestrian, namun teratur dan tidak mengganggu pengguna jalan,” terang Eri.

Sedangkan terkait fashion, kata dia, Pemkot Surabaya juga telah memfasilitasi dalam berbagai pergelaran. Termasuk dengan menampilkan brand-brand lokal dan usaha mikro kecil secara rutin, lewat Surabaya Fashion Week dan banyak lagi.

”Pelatihan desain fashion juga dilakukan agar tumbuh desainer-desainer fashion andal dari Surabaya. Bahkan kita sedang siapkan workshop penulisan fashion agar geliat fashion di Surabaya bisa tersebar luas dan menginspirasi lewat model komunikasi yang baik,” ucap Eri.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore