
Photo
JawaPos.com- Dua tahun terhenti imbas pandemi, puncak Haul Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf pada Sabtu (16/7) benar-benar dibanjiri jemaah. Kawasan Masjid Jamik Gresik memutih. Penuh dengan pengunjung dengan mengenakan busana putih dan songkok putih.
Pelataran Masjid Jamik, Alun-alun, hingga jalan-jalan di kawasan Gresik kota tumpah ruah oleh lautan manusia. Mulai Jalan Pahlawan, Jalan Malik Ibrahim, Jalan KH Agus Salim, Jalan Maulana Malik Ibrahim, Jalan KH Wahid Hasyim, dan beberapa jalan di sekitarnya. Mulai padat sejak malam. Makin berjubel selepas Subuh.
Jemaah datang dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan ada yang datang dari Timur Tengah, Malaysia hingga Brunai Darussalam. Ribuan jemaah itu seolah melepas rindu bisa menghadiri haul kembali. Berharap keberkahan. Setelah dua tahun haul salah seorang wali Qutb itu terhenti sementara dampak pandemi Covid-19.
Sebelum prosesi puncak di Masjid Jamik, selapas Subuh para habaib dan keluarga lebih dulu mengikuti rangkaian acara di kediaman Habib Abu Bakar Assegaf. Yakni, di Jalan KH Zubair. Tampak memimpin pembacaan salawat saat mahalul qiyam adalah Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, dengan suara merdunya.
Seusai itu, para habaib dan keluarga berjalan dari kediaman Habib Abu Bakar Assegaf menuju ke Masjid Jamik. Sebenarnya, jaraknya tidak jauh. Hanya sekitar 650 meter. Namun, karena ribuan jemaah yang memenuhi jalan, membuat perjalanan rombongan tersendat.
Sejumlah aparat kepolisian bersama sejumlah Ormas pun berkali-kali meminta jemaah untuk memberikan jalan. Di sepanjang perjalanan, jemaah menyapa dan memanggil para habaib. Senandung salawat mengiringi. Tidak sedikit jemaah berebut mengacungkan kamera handphone. Mengabadikan momentum tersebut.
Beberapa kali Habib Syech harus berhenti karena kepadataan jemaah. Demikian juga Habib Taufiq bin Abdul Qadir bin Husein Assegaf. Pendakwah asal Pasuruan yang tidak diragukan ketokohannya itu juga terlihat beberapa kali harus menyeka keringat. Begitu juga habaib lain.
Sesampai di Masjid Jamik Gresik, tidak lama prosesi puncak haul pun dimulai. Beberapa rangkaian acara antara lain pembacaan Surat Yasin dan tahlil dipimpin Habib Hadi bin Abdullah Alaydrus. Suasana terasa khidmat. Khusyuk. Tidak sedikit beberapa jemaah yang meneteskan air mata.
Lalu, pembacaan manakib. Mengupas tentang sosok dan kewalian Habib Abu Bakar Assegaf semasa hidup. Terjemahan manakib dalam bahasa Indonesia disampaikan Habib Abu Bakar Fahmi bin Muhammad Assegaf. Salah di antaranya seputar majelis pengajian Kitab Ihya Ulumuddin yang diasuh Habib Abu Bakar Assegaf.
Kitab Ihya Ulumuddin merupakan salah satu kitab sangat fenomenal karya Imam Ghazali. Kitab ini berisi kaidah dan prinsip dalam penyucian jiwa. Kitab ini menyeru pada kebersihan jiwa dalam beragama, sifat takwa, konsep zuhud, rasa cinta yang hakiki, merawat hati serta jiwa, dan sentiasa menanamkan sifat ikhlas di dalam beragama.
‘’Semasa hidup, beliau (Habib Abu Bakar Assegaf, Red) mengkhatamkan sebanyak 40 kali Kitab Ihya Ulumuddin. Dan, membuat hajatan besar setiap khatam kitab Ihya,’’ ujar Habib Fahmi ketika membacakan salah satu dari kalimat manakibnya di hadapan jemaah.
Sementara itu, tausiyah atau mauidhah hasanah disampaikan oleh Habib Taufik Assegaf serta Habib Segaf bin Hasan Baharun. Beberapa di antara nasihatnya adalah seputar pentingnya mendidik anak-anak di pesantren atau madrasah-madrasah diniyah. Setelah itu, doa dari sejumlah habaib. Haru dengan tangan menengadah.
Turut hadir dalam haul ke-67 itu beberapa tokoh nasional, kiai dan ulama Jatim, tokoh masyarakat Gresik, hingga jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gresik. Termasuk Bupati Fandi Akhmad Yani dan Kapolres AKBP Mochammad Nur Azis. Selepas mengikuti puncak haul di Masjid Jamik, para jemaah diajak makan bersama di kediaman keluarga Habib Abu Bakar Assegaf. Hidangan nasib kebuli.
Sebelumnya, panitia mengaku telah memasak sebanyak 4 ton beras dan menyembelih ratusan kambing untuk pelaksanaan haul selama dua. Sejak Jumat (15/7) hingga Sabtu (16/7).
Setiap kali haul Habib Abu Bakar Assegaf, meski panitia tidak pernah meminta, namun sangat banyak warga yang turut memberikan donasi. Dan, pelaksanaan haul Abu Bakar Assegaf termasuk haul terbesar di Gresik.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
