Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Juli 2022 | 03.28 WIB

Cegah Pesta Miras Oplosan, Polisi Bakal Patroli Tiap Malam

DEKLARASI: Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan (kiri) menyaksikan penandatanganan deklarasi anti miras yang dilakukan polsek-polsek jajaran bersama tokoh-tokoh masyarakat setempat, Rabu (25/4). - Image

DEKLARASI: Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan (kiri) menyaksikan penandatanganan deklarasi anti miras yang dilakukan polsek-polsek jajaran bersama tokoh-tokoh masyarakat setempat, Rabu (25/4).

JawaPos.com–Razia miras (minuman keras) oplosan bakal dilakukan anggota kepolisian di Surabaya. Perintah itu ditegaskan Kapolrestabes Surabaya Kombespol Akhmad Yusep Gunawan.

Yusep memerintahkan anggotanya untuk segera melakukan operasi miras usai tragedi pesta miras di Jalan Bronggalan Sawah Gang I beberapa waktu lalu. Dari tujuh orang yang pesta miras oplosan dicampur lotion anti nyamuk, lima orang di antaranya meninggal dunia.

”Untuk antisipasi, kami akan gelar operasi miras ilegal agar tidak ada kejadian terulang seperti kemarin. Kami juga mengimbau agar masyarakat lebih selektif dalam membeli barang apapun. Pastikan keaslian dan jika bersangkutan dengan makan minum harus ada izin edar dari pihak terkait,” tegas Yusep di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (15/7).

Perintah itu ditegaskan karena pihaknya menemukan penggunaan bahan-bahan berbahaya dalam miras oplosan. Salah satunya adalah lotion anti nyamuk.

Berdasar pemeriksaan saksi, lanjut Yusep, diketahui minuman keras itu dijual SA yang juga turut tewas dalam kejadian itu. Kelima orang yang tewas terus menerus minum selama dua hari. Sedangkan dua korban yang saat ini masih dirawat di rumah sakit hanya datang dan mencoba minum bir, lalu pulang.

”Miras yang dikonsumsi itu tidak hanya mengandung alkohol, namun ditambahkan bahan yang tidak boleh dikonsumsi yaitu lotion nyamuk sehingga menimbulkan kerusakan otak,” papar Yusep.

Kapolrestabes menambahkan, dari kejadian pesta miras oplosan tersebut semua korban tidak langsung meninggal dunia. Beberapa meninggal pada Selasa (12/7), dan terakhir, 1 orang dengan inisial R meninggal pada Rabu (13/7).

”Tidak langsung meninggal dunia tetapi dievakuasi di RS. Dari proses itulah berkesempatan menyita barang bukti di TKP maupun mengambil keterangan,” ujar Yusep.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore