
Photo
JawaPos.com- Animo pengunjung wisata perahu Kalimas, Surabaya, terus membeludak. Padahal, jumlah perahu yang beroperasi masih terbatas. Karena itu, Dinas kebudayaan, kepemudaan dan olahraga, serta pariwisata (disbudporapar) bakal menambah unit baru. Dengan begitu, kuota setiap hari bisa makin banyak.
Kepala Disbudporapar Wiwik Widayati menyatakan, animo pengunjung sangat tinggi. Pada hari libur, jumlah pengunjung bisa mencapai seribuan orang. Melihat kondisi tersebut, tentu perahu perlu ditambah lagi agar bisa menampung pengunjung. ”Pasti ada tambahan perahu baru,” ujarnya.
Rencananya, penambahan perahu dilakukan tahun ini. Jumlahnya masih dikaji. Wiwik mengungkapkan, tahun ini ada pengadaan perahu baru. Nah, tahun depan juga ada tambahan lagi.
Namun, semuanya dilihat dari perkembangan jumlah pengunjung. Pengadaan perahu juga akan mempertimbangkan jumlah pengunjung agar nanti bisa sesuai dengan kebutuhan. Pengunjung pun dapat tertampung. ”Kami menghitung dan mengkaji kembali terkait itu,” kata Wiwik.
Dia menilai wajar jika banyak penumpang yang sudah booking, tetapi tidak datang. Sebab, di setiap sesi juga disediakan kuota. Saat ini total terdapat 12 unit perahu di Kalimas. ”Sebanyak 10 perahu di antaranya digunakan untuk operasional. Dua lainnya dipakai untuk UMKM terapung dan hiburan musik,” jelasnya.
Sebelumnya, pakar transportasi air Ali Yusa menyarankan Pemkot Surabaya menaikkan tarif wisata perahu Kalimas. Selain menambah pemasukan daerah, kenaikan harga itu berguna untuk meningkatkan fasilitas dan layanan tempat wisata tersebut.
Ali mengatakan, tarif wisata Kalimas sangat murah. Tiket masuk wahana itu seharusnya dinaikkan. Persentase kenaikannya 25–30 persen dari tarif saat ini. ”Kenapa saya menyarankan begitu agar pembenahan perahu wisata Kalimas tidak bergantung APBD Surabaya,” katanya.
Dengan kenaikan tiket, pemkot mendapatkan tambahan pendapatan. Pemasukan itu bisa digunakan untuk menambah jumlah perahu serta fasilitas di Kalimas. Pengelola juga bisa berkreasi dengan menggelar pertunjukan di sepanjang sungai.
”Kemudian, dari sisi keamanan dan keselamatan bisa ditingkatkan. Sebab, sampai saat ini Jasa Raharja belum masuk ke sana. Sehingga saat ada kejadian kecelakaan, tidak harus ditanggung Pemkot Surabaya dan bisa lebih profesional,” ucap Ali.
Ali optimistis, kenaikan tarif tidak berdampak pada kunjungan. Sebab, harga yang dibayar sesuai dengan fasilitas yang didapatkan. Menurut dia, 10 tahun tarif wisata Kalimas tidak pernah naik.
”Sekarang sudah saatnya bisa mandiri dan berinovasi sendiri tanpa menjadi beban bagi anggaran daerah. Saya kira DPRD Surabaya juga harus memahami situasi ini agar rasionalisasi tarif itu bisa dilaksanakan,” ucap Dewan Pembina IKA ITS Jatim itu.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (DKKORP) Surabaya Wiwiek Widayati mengatakan, wisata perahu Kalimas memang dirancang sebagai destinasi andalan di metropolis.
Ke depan, wisata tersebut rencananya digabungkan dengan tur sejarah Bung Karno. Pengunjung nanti bisa turun di dermaga Peneleh untuk menuju rumah lahir Bung Karno. Untuk saat ini, ada dua paket rute perjalanan yang sudah berjalan. Yakni, paket dari Monkasel dan Siola.
”Kalau dari Monkasel ke Siola harga tiket Rp 10 ribu. Kalau dari Taman Prestasi Rp 4 ribu,” katanya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
