
Sekolah Kebangsaan. Humas Pemkot Surabaya
JawaPos.com–Memperingati dan meneladani semangat perjuangan Soekarno, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar kegiatan sekolah kebangsaan. Kegiatan itu digelar selama tiga hari, mulai Senin (13/6) sampai Rabu (15/6), diikuti siswa-siswi SMP di Kota Surabaya.
Para peserta diajak belajar tentang sejarah dan perjuangan Bung Karno semasa di Kota Surabaya. Sekolah kebangsaan diadakan di tempat-tempat yang memiliki nilai historis dan juga filosofis dalam hidup Bung Karno.
Senin (13 Juni) diadakan di Rumah Lahir Bung Karno di Jalan Pandean IV. Selasa (14 Juni) diadakan di Kantor Pos Kebon Rojo, yang dulunya merupakan lokasi sekolah Hoogere Burgerschool (HBS) tempat Bung Karno sekolah, dan Rabu (15 Juni) diadakan di Rumah H.O.S. Tjokroaminoto, tempat indekos Bung Karno.
Pakar Sejarah Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Rojil Nugroho Bayu Aji memberikan materi mengenai kiprah Soekarno di Kota Surabaya. Selama ini, masyarakat mengetahui Soekarno lahir di Kota Blitar. Namun dia meluruskan bahwa Sang Proklamator lahir di Kota Surabaya pada 6 Juni 1901.
”Karena itu Soekarno dan Kota Surabaya sangat dekat karena memiliki kenangan historis, yang harus kita jadikan spirit dan teladan bagi anak-anak SMP,” kata Bayu Aji, Rabu (15/6).
Soekarno lahir dengan keterbatasan, dari orang tua seorang guru, kemudian pindah dari Pulau Bali dan lahir di Kota Surabaya. Lalu kembali berpindah ke Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Jombang, hingga Kabupaten Mojokerto. Di Kabupaten Mojokerto, Soekarno mengenyam pendidikan di Europeesche Lagere School (ELS).
”ELS setara SD. Soekarno pernah di Hollandsch Inlandsche School (HIS). Melalui dua sekolah itu, Soekarno dipersiapkan melanjutkan pendidikan di Hogere Burgerschool (HBS), yakni pendidikan menengah umum pada zaman Hindia Belanda,” ujar Bayu Aji.
Selama di Kota Surabaya dan bersekolah di HBS, Soekarno tinggal dan menyewa kamar di Rumah H.O.S. Tjokroaminoto. Dengan keterbatasan Soekarno mampu menjadi pemimpin sekaligus memerdekakan bangsa Indonesia.
”Saya mengaitkan keterbatasan Soekarno saat menempuh pendidikan. Adik-adik pelajar SMP ini harus belajar, bekerja keras, dan memiliki cita-cita yang tinggi, agar bisa menjadi seperti Soekarno,” ucap Bayu Aji.
Para pemateri sekolah kebangsaan berasal dari para pakar dan pengamat sejarah bergantian memberikan materi menarik tentang sejarah hidup dan juga bagaimana Bung Karno mendapatkan gagasan dan juga pemikiran tentang nasionalisme dan persatuan bangsa.
”Dengan sekolah kebangsaan diharapkan para pelajar yang merupakan generasi muda penerus bangsa bisa terus meneladani dan sekaligus mengimplementasikan semangat perjuangan Bung Karno,” ujar Bayu Aji.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
