Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Juni 2022 | 03.30 WIB

Selama 3 Hari, Siswa SMP Surabaya Belajar di Rumah Soekarno

Sekolah Kebangsaan. Humas Pemkot Surabaya - Image

Sekolah Kebangsaan. Humas Pemkot Surabaya

JawaPos.com–Memperingati dan meneladani semangat perjuangan Soekarno, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar kegiatan sekolah kebangsaan. Kegiatan itu digelar selama tiga hari, mulai Senin (13/6) sampai Rabu (15/6), diikuti siswa-siswi SMP di Kota Surabaya.

Para peserta diajak belajar tentang sejarah dan perjuangan Bung Karno semasa di Kota Surabaya. Sekolah kebangsaan diadakan di tempat-tempat yang memiliki nilai historis dan juga filosofis dalam hidup Bung Karno.

Senin (13 Juni) diadakan di Rumah Lahir Bung Karno di Jalan Pandean IV. Selasa (14 Juni) diadakan di Kantor Pos Kebon Rojo, yang dulunya merupakan lokasi sekolah Hoogere Burgerschool (HBS) tempat Bung Karno sekolah, dan Rabu (15 Juni) diadakan di Rumah H.O.S. Tjokroaminoto, tempat indekos Bung Karno.

Pakar Sejarah Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Rojil Nugroho Bayu Aji memberikan materi mengenai kiprah Soekarno di Kota Surabaya. Selama ini, masyarakat mengetahui Soekarno lahir di Kota Blitar. Namun dia meluruskan bahwa Sang Proklamator lahir di Kota Surabaya pada 6 Juni 1901.

”Karena itu Soekarno dan Kota Surabaya sangat dekat karena memiliki kenangan historis, yang harus kita jadikan spirit dan teladan bagi anak-anak SMP,” kata Bayu Aji, Rabu (15/6).

Soekarno lahir dengan keterbatasan, dari orang tua seorang guru, kemudian pindah dari Pulau Bali dan lahir di Kota Surabaya. Lalu kembali berpindah ke Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Jombang, hingga Kabupaten Mojokerto. Di Kabupaten Mojokerto, Soekarno mengenyam pendidikan di Europeesche Lagere School (ELS).

”ELS setara SD. Soekarno pernah di Hollandsch Inlandsche School (HIS). Melalui dua sekolah itu, Soekarno dipersiapkan melanjutkan pendidikan di Hogere Burgerschool (HBS), yakni pendidikan menengah umum pada zaman Hindia Belanda,” ujar Bayu Aji.

Selama di Kota Surabaya dan bersekolah di HBS, Soekarno tinggal dan menyewa kamar di Rumah H.O.S. Tjokroaminoto. Dengan keterbatasan Soekarno mampu menjadi pemimpin sekaligus memerdekakan bangsa Indonesia.

”Saya mengaitkan keterbatasan Soekarno saat menempuh pendidikan. Adik-adik pelajar SMP ini harus belajar, bekerja keras, dan memiliki cita-cita yang tinggi, agar bisa menjadi seperti Soekarno,” ucap Bayu Aji.

Para pemateri sekolah kebangsaan berasal dari para pakar dan pengamat sejarah bergantian memberikan materi menarik tentang sejarah hidup dan juga bagaimana Bung Karno mendapatkan gagasan dan juga pemikiran tentang nasionalisme dan persatuan bangsa.

”Dengan sekolah kebangsaan diharapkan para pelajar yang merupakan generasi muda penerus bangsa bisa terus meneladani dan sekaligus mengimplementasikan semangat perjuangan Bung Karno,” ujar Bayu Aji.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore