Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Juni 2022 | 02.32 WIB

Dideadline Warga, Ini Permintaan Maaf Lengkap Ki Ageng alias Nurhudi

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Pada Senin (13/6) lalu, ratusan warga Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Gresik, bergejolak. Tua, muda, laki-laki, dan perempuan berunjukrasa menentang ritual pernikahan manusia dengan kambing di Pesanggrahan Keramat Ki Ageng, tempat milik anggota DPRD Gresik dari Nasdem Nurhudi Didin Arianto.

Warga merasa gerah. Betapa tidak. Nama desa kini menjadi ikut tercoreng-moreng karena ritual pernikahan nyeleneh di Pesanggarahan Keramat Ki Ageng tersebut. Massa pun menuntut dua hal. Pertama, permintaan maaf dari pihak yang terlibat secara langsung kepada warga. Kedua, menutup semua aktifitas di Pesanggarahan Keramat Ki Ageng.

Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Desa Jogodalu itu memberikan deadline atau batas waktu 2x24 jam untuk menanggapi tuntutan tersebut. Dan, hari ini (15/6) merupakan hari terakhir. Tuntutan itu akhirnya mendapatkan respons dari Nurhudi Didin Arianto.

Namun, Nurhudi menyampaikan permintaan maaf itu tidak secara langsung, melainkan melalui rekaman audio berdurasi 8:56 menit. Rekaman itu kemudian diunggah melalui sebuah kanal YouTube yang disertai foto Nurhudi bersama anggota keluarganya dan bertuliskan: Nurhudi (Ki Ageng) sekeluarga. Berikut naskah permintaan maaf Nurhudi yang ditulis ulang JawaPos.com secara lengkap:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillah. Alhamdulillah. La haula wala quwwata illa. Amma bakdu.

Yang kami hormati Ibu Kepala Desa Jogodalu, yang kami taati para tokoh agama, para kiai, para alim, para ulama, sesepuh, pinisepuh, masyarakat Desa Jogodalu, dan wabil khusus ketua Aliansi Masyarakat Desa Jogodalu yang kamo hormati, dan seluruh warga masyarakat Desa Jogodalu yang sangat kami hormati dan kami cintai.

Pertama-tama marilah kita memanjatkan puja-puji syukur ke hadirat Allah SWT, sholawat dan salam marilah kita haturkan kepada beliau Rasulullah SAW.

Bapak-bapak, Ibu-ibu, saudara-saudara masyarakat Desa Jogodalu yang sangat kami hormati. Tidak mengurangi rasa hormat kami melalui media rekaman ini atau audio rekaman ini, dengan hati yang tulus ikhlas, kami sampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya, kepada seluruh warga masyarakat Desa Jogodalu, atas kejadian pada hari Minggu, 5 Juni 2022, bertempat di Pesanggrahan Keramat Ki Ageng, yang berketepatan di wilayah Desa Jogodalu,  

Bapak-bapak, Ibu-ibu yang sangat saya hormati, terlebih-lebih wabil khusus saudara saya Aliansi Mayarakat Desa Jogodalu, yang mana pada Senin, 13 Juni 2022, mengadakan aksi damai di tempat kami, sekali lagi saya mohon maaf, kemarin kami tidak bisa menemui. Dikarenakan ada beberapa hal. Yaitu, yang pertama ketepata pada hari yang sama, kami juga menjalani proses hukum di Polres Gresik.

Yang kedua, juga kami bersamaan mendapatkan undangan rapat paripurna DPRD Gresik, yang mana waktu dan jamnya bersamaan.

Untuk itu, kepada suadara-saudara kami, Aliansi Masyarakat Desa Jogodalu, sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Akan tetapi permintaan dari sudara-saudara kami, Aliansi Masyarakat Desa Jogodalu, yaitu yang pertama kami minta maaf, disuruh minta maaf secara langsung kepada warga masyarakat Desa Jogodalu, insya Allah ini nanti, kami juga ingin melakukannya, melakukan secara langsung.

Supaya beban kami, termasuk beban saya secara pribadi dengan warga masyarakat Desa Jogodalu ini bisa terobati. Akan tetapi saat ini, sementara ini kami melakukan melalui media elektronik ini, dikarenakan saat ini kami sedang jalan, eh sedang menjalani proses hukum di Polres Kabupaten Gresik.

Setelah masalah kami selesai di Polres Kabupaten Gresik, secara hukum kami selesai, saya juga berkeinginan tentunya, dan sangat berharap bisa berhadapan langsung dan meminta maaf secara langsung kepada masyarakat Desa Jogodalu. Supaya beban-beban kami, beban-beban perasaan kami yang mana telah menyakiti, telah melukai eh masyarakat Desa Jogodalu, sengaja ataupun tidak sengaja, yang kami lakukan ini, atau tindakan-tindakan kami selama ini, ucapan ucapan kami, lebih-lebih kejadian pada Minggu, 5 Juni 2022, yang bertepatan di Pesanggrahan Keramat kami, saya sangat ingin sekali setelah masalah ini selesai di proses hukum, kami ingin sekali berhadapan langsung, menemui secara langsung saat kami sampaikan kepada masyarakat Desa Jogodalu.

Bapak-bapak, ibu-ibu yang saya hormati, serta saudara-saudara Aliansi Masyarakat Desa Jogodalu, kemudian permintaan yang kedua, yaitu menutup aktivitas atau kegiatan apapun yang ada di Pesanggrahan Keramat Ki Ageng, yang bertepatan di Desa Jogodalu, insya Allah ini pun akan kami laksanakan.

Bapak-bapak, ibu-ibu yang sangat saya hormati. Itu adalah permintaan maaf kami dari hati yang tulus ikhlas. Dan juga perlu bapak-bapak dan ibu, warga masyarakat Jogodalu ketahui, bahwasannya kami juga telah melakukan pertaubatan atau pensucian ketauhidan kami di hadapan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Gresik, tepatnya pada Kamis, 9 Juni 2022, dengan mengucap dua kalimat syahadat. Dalam bentuk pertaubatan kami yang disaksikan oleh seluruh masyarakat Indonesia, melalui media online, media cetak, media televisi, yang ada di seluruh Indonesia.

Itulah bentuk-bentuk kami dalam mengakui kesalahan-kesalahan kami. Karena bagaimana pun kami adalah manusia biasa, yang tidak luput dari khilaf dan salah. Dan insya Allah apa yang terjadi pada Minggu, 5 Juni 2022, di Pesanggrahan Keramat ini, tidak ada unsur niat, unsur kesengajaan dari kami pribadi. Insya Allah tidak ada.

Itu semua tidak lain karena memang kekhilafan, tidak lain memang kekurang hati-hatian kami, sehingga menimbulkan satu hal yang sedemikian sangat melukai hati masyarakat Desa Jogodalu.

Apapun itu, saya mohon maaf yang sebesar-besarntya kepada seluruh masyarakat Desa Jogodalu. Mudah-mudahan setelah peristiwa ini, setelah kejadian ini bisa membawa hikmah bagi kami, keluarga khususnya, dan seluruh masyarakat Indonesia. Sehingga kejadian seperti ini tidak perlu terulang kembali.

Itu saja yang bisa saya sampaikan. Mudah-mudahan Allah SWT selalu melindungi kita, memberkati kita, memberikan kita keberkahan dalam kehidupan ini. Sekali lagi, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Mudah-mudahan ke depan, kami sekeluarga masih bisa tetap menjalin hubungan yang baik dengan warga masyarakat Desa Jogodalu yang sangat kami hormati dan kami cintai.

Itu saja yang bisa saya sampaikan, kurang lebihnya kami mohon maaf. Ihdinas siratal mustaqim. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore