
Photo
JawaPos.com- Aksi mengecam ritual pernikahan manusia dengan kambing di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Gresik, tampaknya belum akan berakhir. Bahkan, jika aparat tidak cepat melakukan penindakan atas pernikahan nyeleneh itu, boleh jadi gelombang akan semakin membesar.
Setelah elemen warga Gresik Cerdas disusul massa Ansor dan Banser Gresik berunjuk rasa ke gedung DPRD dan Mapolres Gresik beberapa hari lalu, belakangan muncul seruan aksi baru. Yakni, dari Aliansi Masyarakat Jogodalu dengan judul Tolak Melawan Kodrat, Minggu (12/6) besok, pukul 13.00 WIB. Dalam poster yang sudah banyak beredar di medsos, salah satu tuntutannya adalah pembubaran kegiatan di pesanggrahan.
Pesanggrahan yang dimaksud adalah Pesanggrahan Keramat Ki Ageng di Desa Jogodalu. Pesanggrahan itu tidak lain milik Nurhudi Didin Arianto, anggota DPRD Gresik. Di tempat itulah Minggu (5/6) lalu digelar ritual pernikahan manusia dengan kambing yang juga dihadiri sejumlah tokoh. Termasuk sejumlah anggota dewan dan tokoh masyarakat.
Meski pihak penyelenggara dari Sanggar Cipta Alam sudah menyebut kegiatan tersebut hanya untuk pembuatan konten TikTok dan YouTube, toh reaksi masyarakat tetap meluas. Banjir kecaman datang dari mana-mana. Ormas Islam dan Kemenag Gresik pun telah bersikap ada penistaan agama dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, sejak kasus itu mengemuka Pesanggrahan Keramat Ki Ageng di Desa Jogodalu itu kini telah tutup. "Sudah tutup, disuruh pemiliknya (Nurhudi Didin Arianto, Red). Kalau dibuat rapat partai saja, baru dibuka. Untuk aktivitas paranormal sudah nggak ada," ungkap Alex, pria yang mengaku adik Nurhudi, Jumat (10/6).
Meski demikian, Alex mengaku tidak mengetahui di mana keberadaan Nurhudi. Dia datang ke pesanggrahan hanya untuk mengambil pakaian. "Ambil beberapa, sekaligus mengantarkan ibu untuk pulang ke kawasan Metatu," jelasnya.
Dia mengakui penutupan pesanggrahan tersebut dampak dari pernikahan manusia dengan kambing yang membuat warga resah. Apalagi, MUI dan Kemenag Gresik sudah menilai ada penistaan agama dalam kegiatan Minggu lalu itu. "Mulai pernikahan itu viral. Apalagi, setelah ada putusan dari ulama kalau acara itu penodaan agama," tuturnya.
Begitu kasus tersebut mengemuka, awak media memang sudah tidak mudah lagi untuk dapat menghubungi Nurhudi. ’’Sejak peristiwa itu viral, saya belum berkomunikasi dengan beliau. Baik menghubungi ataupun dihubungi," ungkap Jacky, pria yang mengaku sebagai santri dari Nurhudi, kepada Jawa Pos.
Sebelumnya, aparat kepolisian juga sudah mendatangi pesanggrahan di Jogodalu tersebut. ’’Anggota sudah turun mengecek dan berjaga di lokasi untuk memastikan bahwa rumah sudah tertutup dan tidak ada penghuninya,” kata Kapolsek Benjeng AKP Tulus, Jumat (10/6).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
