
Photo
JawaPos.com- Ratusan kader dan simpatisan PDI Perjuangan Kota Surabaya kembali menggelar senam Indonesia cinta tanah air (Sicita) di kawasan Jalan Peneleh, Minggu (4/6) pagi. Di kampung itulah Bung Karno, Presiden pertama RI, lahir. Tepatnya, pada 6 Juni 1901.
Senam tersebut terasa istimewa. Sebab, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Wakil Wali Kota (Wawali) Armuji juga ikut senam bersama. Makin terasa spesial penyanyi Andre Hehanusa juga turut bergabung. Mereka berbaur bersama jajaran petinggi parpol berlambang banteng moncong putih itu. Tampak juga Wakil Ketua DPD PDIP Jatim Whisnu Sakti Buana, yang juga mantan wali kota Surabaya.
’’Warga antusias merayakan hari lahir Bung Karno, putra Sang Fajar, yang akan kita peringati 6 Juni. Ratusan peserta mengikuti Sicita, dengan wajah sumringah, gembira dan bahagia,” kata Mohammad Jupri, ketua PAC PDIP Genteng, yang menjadi tuan rumah.
Sjukur Amaludin, ketua panitia, menyatakan, Sicita adalah salah satu agenda peringatan hari lahir Bung Karno. Sang Proklamator itu dilahirkan di rumah kecil, di kampung Jalan Pandean Gang IV Nomor 40 pada 6 Juni 1901.
‘’Saat ini rumah kelahiran Bung Karno sedang diperbaiki oleh Wali Kota Eri Cahyadi sehingga menjadi destinasi wisata budaya dan pengetahuan untuk warga Surabaya,” katanya.
Sjukur menjelaskan, selama ini pihaknya rutin setiap tahun menggelar sejumlah kegiatan untuk memperingati bulan Bung Karno. Ada tiga momen penting pada Juni yang terkait dengan Bung Karno. Pertama, 1 Juni 1945, sebagai hari lahir Pancasila. Kedua, 6 Juni 1901, kelahiran Bung Karno. Ketiga, 21 Juni 1970, Bung Karno berpulang dan dimakamkan di Blitar.
’’Kita turut bahagia dengan peringatan Hari Lahir Bung Karno. Ini semakin menegaskan bahwa Putra Sang Fajar sebagai Arek Suroboyo,” ungkap Amaludin.
Sementara itu, senam diiringi lagu-lagu nasional seperti Garuda Pancasila, lagu-lagu daerah dan ditutup lagu Kebyar-Kebyar ciptaan almarhum Gombloh.
Sicita diciptakan oleh DPP PDIP untuk membangun kebugaran dan kesehatan tubuh. ‘’Sekaligus menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air Indonesia, spirit yang diajarkan Bung Karno,” ujar Anas Karno, sekretaris panitia.
Dikatakan Sjukur Amaludin, Bulan Bung Karno diperingati setiap bulan Juni, setiap tahun. “Ada tiga momen penting di bulan Juni yang terkait dengan Bung Karno,” terang Amaludin.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
