Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 April 2022 | 03.48 WIB

Misteri Kawasan Makam Putri Cempo Gresik yang Dijaga Empat Naga

Photo - Image

Photo

Bukit di kawasan Makam Putri Cempo mengalami berbagai perubahan fungsi seiring dengan perkembangan zaman. Pada masa Sunan Giri, tempat tersebut sering dijadikan lokasi rapat para wali. Bahkan sering digunakan untuk latihan kesaktian. Termasuk antara Sunan Giri dan raja Majapahit saat itu.

---

BUKIT tertinggi setelah Giri di wilayah Gresik Kota ini menjadi tempat bersemayamnya anak raja Kamboja, yakni Putri Cempo. Perempuan yang menjadi santri Sunan Ampel sekaligus teman Sunan Giri itu dimakamkan di puncak tertinggi bukit di Desa Gending, Kebomas. Meski saat itu usianya masih remaja, putri bernama asli Dewi Narawati tersebut sudah ikut berjuang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.

Berdasar cerita-cerita yang beredar di masyarakat, bukit itu mengalami berbagai perubahan. Dari menjadi tempat tirakat, berzikir, hingga meminta nomor togel. Tak jarang, orang yang memiliki niat jelek akan mendapat penglihatan. Sosok naga besar bakal muncul dan membuat mereka merasa tidak nyaman.

Bukit tersebut cukup sepi. Jika dari arah Jalan Veteran, harus melalui hutan bambu dengan jalan yang sempit dan menanjak sebelum tiba. Berbeda jika dari arah Giri. Jalan awalnya biasa saja. Namun, menjelang puncak, jalannya menyempit dan ditumbuhi banyak pepohonan.

”Namun, sejak dulu pintunya memang dari Jalan Veteran,” kata Ahmad Saifuddin, penjaga Makam Putri Cempo (Pucem).

Begitu sampai di puncak bukit, suasananya sunyi, tetapi hawanya sejuk karena rindangnya pepohonan. Ada beberapa makam di sana. Namun, Makam Putri Cempo berada di paling ujung dan jauh dari aktivitas manusia.

Makam itu dikelilingi pohon-pohon besar. Di depan pintu masuknya, terdapat pohon beringin mungil. Ada pula pohon bernama cangkok wijaya kusuma. Meski namanya mirip, pohon tersebut bukan pohon dengan bunga yang begitu cantik ketika mekar. Pohon berdiameter sekitar 20 sentimeter itu konon berbuah setahun sekali. Namun, hanya beberapa orang yang bisa melihat buahnya.

Saifuddin menceritakan, di bukit Pucem ini terdapat empat naga. Satu naga berada di Makam Pangeran Trenggonosari atau orang kepercayaan Sunan Giri, satu naga di ujung bukit, dan dua naga menjaga Makam Putri Cempo. Pada 2000-an, bukit tersebut sempat memiliki citra buruk.

Yakni, menjadi tempat untuk mencari nomor togel atau pesugihan. ”Itu ulahnya jin-jin di luar kawasan yang menjelma Bunda (Putri Cempo, Red),” jelas bapak 50 tahun tersebut.

Namun, pada era saat ini, citra buruk itu sudah hilang. Orang pergi ke bukit Pucem hanya untuk berziarah.

Namun, Saifuddin menceritakan, belum lama ini ada orang yang kebingungan di depan Makam Pucem. Di bawah pohon beringin itu ada seorang laki-laki yang terlihat kebingungan pada siang bolong. Dia melihat ada yang melambaikan tangan dari arah belakang makam. Begitu mendekat, dia langsung diperlihatkan seekor naga dengan kepala seukuran rumah.

”Itu belum lama. Dia langsung lari terbirit-birit. Sempat saya panggil untuk tanya ada apa. Tapi, saking takutnya, dia berlalu sambil lari kencang,” ujar Saifuddin.

Penjaga makam generasi kelima itu menegaskan, bila pengunjung memiliki niat buruk, naga tersebut akan memberi peringatan. Entah menampakkan diri atau dengan cara lain. ”Sekarang sudah tidak ada yang macam-macam di sini. Karena belum sampai masuk saja, pasti sudah lari,” tutur Saifuddin.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore