
Photo
JawaPos=com- Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Surabaya membuka pintu bagi investor untuk masuk ke Hi-Tech Mall. Tujuannya, meningkatkan fungsi dari aset gedung setinggi lima lantai itu.
Selain berfungsi sebagai mal Tekonologi Informasi (TI), nanti bangunan di Jalan Kusuma Bangsa tersebut juga dirancang sebagai pusat kesenian dan wadah berbagai kegiatan warga Kota Pahlawan.
Pekan lalu sekitar 200 pedagang yang tersebar di beberapa lantai direlokasi. Mereka dipindahkan di area lantai dasar. Langkah itu dilakukan untuk menghidupkan kembali Hi-Tech Mall.
Kepala BPKAD Surabaya Ira Tursilowati menyampaikan bahwa setelah merelokasi pedagang, pada tahap selanjutnya pihaknya akan membuka pintu bagi investor. Investasi dibutuhkan untuk membenahi pusat perekonomian itu. ”Sambil jalan, lantai 1 dan 2 yang ada di dalam dibenahi. Agar investor makin tertarik,’’ katanya.
Konsep kerja sama yang ditawarkan kepada investor berupa pengelolaan gedung. Ada dua opsi, yakni pengelolaan sepenuhnya atau hanya sebagian. Kini penawaran sudah diajukan. Yang pasti, ke depan gedung itu dijadikan sebagai sebuah tempat dengan beragam fungsi atau mixed-use.
”Artinya, ada yang berjualan barang TI serta kegiatan yang mewadahi masyarakat Surabaya pun ada,’’ terangnya.
Ira mengatakan, Hi-Tech Mall merupakan satu kesatuan tempat yang tidak bisa dipisahkan. Seperti dulu, sebagai mal TI dan pusat kesenian di belakang gedung. Kemudian, ada taman hiburan rakyat (THR) yang berdiri sejak 1987. Lokasinya berada di sisi selatan bangunan.
Upaya untuk membangkitkan kembali Hi-Tech Mall terus disusun. Di antaranya, menggodok perencanaan dan perbaikan serta pengelolaan. Bersama jajaran OPD terkait, dia berharap tahun ini bisa terealisasi.
Koordinator Paguyuban Pedagang Hi-Tech Mall Rudy Abdullah menjelaskan, setelah melakukan relokasi, pihaknya memang belum bisa mengembalikan keadaan seperti dulu. Namun, paling tidak masyarakat bisa melihat bahwa Hi-Tech Mall masih ada dengan berbagai barang TI yang masih lengkap. ”Harapan kami kembali ramai,’’ paparnya.
Relokasi pedagang ke lantai dasar merupakan permintaan seluruh penjual. Mereka berharap kios pedagang tak lagi terpencar. Dengan demikian, Hi-Tech Mall kembali ramai.
Sementara itu, kondisi area taman hiburan rakyat (THR) di sisi selatan gedung saat ini terlihat kosong. Saat hujan, air pun menggenang. Area itu terlihat tak terurus dan tidak terawat. Banyak pembenahan yang perlu dilakukan untuk membuat kawasan itu hidup lagi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
