
WAJAH BARU: Taman Incinerator Keputih bakal ditata. Ada empat taman baru di Surabaya Timur yang digarap pada 2020. (Robertus Risky/Jawa Pos)
JawaPos.com - Taman kota di Surabaya kembali dibuka setelah 1,5 bulan ditutup untuk mencegah penularan virus SARS-CoV-2. Taman dioperasikan lagi seiring dengan membaiknya kondisi metropolis. Amukan Covid-19 sudah mereda.
Dinas lingkungan hidup (DLH) membuka delapan taman mulai kemarin (15/3). Lokasinya mewakili berbagai kawasan. Di kawasan Surabaya Timur dibuka tiga taman. Yaitu, Taman Flora, Taman Harmoni, dan Taman Kebun Bibit Wonorejo. Di wilayah selatan yang dibuka adalah Taman Pelangi.
Di Surabaya Pusat ada Taman Prestasi dan Taman Ekspresi. Di Surabaya Barat terdapat Taman Cahaya serta Taman Sejarah di Surabaya Utara. ”Taman dibuka lagi karena kondisi sudah membaik. Surabaya yang berada di PPKM level 2 membolehkan taman dibuka,’’ kata Kepala DLH Surabaya Agus Hebi Djuniantoro kemarin.
Dia menyampaikan, masyarakat sudah bisa memfungsikan kembali taman secara luas. Baik untuk tujuan rekreasi maupun edukasi. Bahkan, selain karena Covid-19 sudah terkendali, menurut Hebi, banyak sekolah yang menghubungi DLH dan meminta agar taman dibuka kembali sebagai media pembelajaran siswa.
”Banyak sekolah yang memanfaatkan taman untuk edukasi kepada siswa. Maka, hari ini (kemarin, Red) kita buka,’’ paparnya.
Pembukaan taman sudah dikoordinasikan dengan lintas instansi. Misalnya, dinas kesehatan (dinkes), dinas kebudayaan, kepemudaan dan olahraga serta pariwisata (disbudporapar), serta badan penanggulangan bencana daerah (BPBD).
Hebi mengingatkan agar pengunjung tidak euforia. Mereka harus tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Yakni, menjaga jarak, tidak berkerumun, dan memakai masker selama di area taman. Apalagi diberlakukan pembatasan kapasitas maksimal 50 persen. Selain itu, pengunjung wajib memasang aplikasi PeduliLindungi.
Selain taman, DLH juga membuka kembali arena car free day (CFD). Masyarakat bisa kembali menikmati olahraga bersepeda mulai Minggu (20/3).
Untuk sementara, ada dua lokasi CFD yang dibuka. Yaitu, CFD Jalan Kertajaya dan Kembang Jepun. Tiga lokasi lainnya akan dibuka secara bertahap. Yaitu, CFD Taman Bungkul, Jalan Darmo, dan Jalan Tunjungan. ’’Tiga lokasi ini dibuka belakangan sambil menunggu kajian dari para ahli dan pakar,’’ papar Agus.
Terpisah, Kepala Disbudporapar Surabaya Wiwiek Widayati mengaku sudah merekomendasikan pembukaan tempat-tempat wisata. Mulai Kebun Binatang Surabaya (KBS), Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran, hingga sejumlah museum.
Hanya, kapasitasnya masih terbatas. Yaitu, maksimal 50 persen dari kapasitas normal. Dengan begitu, bisa menghindari kontak fisik antar pengunjung. ”Aturan ini sudah kita sampaikan ke pengelola tempat wisata,’’ kata Wiwiek.
Dia meminta pengunjung untuk memaksimalkan penggunaan tiket online. Selain menghindari kontak fisik, tiket online juga berfungsi untuk memantau jumlah pengunjung di area tempat wisata. ”Kita dorong untuk memaksimalkan tiket online,’’ imbuhnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
