Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 Maret 2022 | 02.33 WIB

Masih Banyak Pelecehan Seksual di Lingkungan Pendidikan

Peserta aksi membawa wayang berisi tuntutan di IWD Surabaya. Rafika Yahya/JawaPos.com - Image

Peserta aksi membawa wayang berisi tuntutan di IWD Surabaya. Rafika Yahya/JawaPos.com

JawaPos.com–Alun-alun Kota Surabaya berubah berwarna-warni pada Selasa (8/3). Bukan karena dekorasi baru, namun karena puluhan perempuan berdiri di pinggir jalan sambil membawa wayang kardus dengan warna-warna terang.

Mereka adalah peserta aksi dalam acara International Women's Day (IWD) yang jatuh pada 8 Maret. Beberapa tuntutan ditulis dalam wayang beragam warna itu.

Rata-rata wayang membawa tuntutan persamaan gender. Ada juga yang menuliskan tuntutan supaya perempuan mendapat porsi jabatan yang sama dengan pria.

Salah satu wayang itu berbunyi Jadi cewek kok apa-apa dilarang. Woi! Kita sama! Puluhan wayang itu akan dipamerkan dalam pameran seni pada Sabtu (12/3) di salah satu kafe di Surabaya.

Ketua IWD Surabaya Syska la Veggie mengatakan, wayang-wayang itu menggambarkan tuntutan yang mereka bawa. Poin utama dari tuntutan mereka yang disampaikan adalah break the bias.

”Artinya, patahkan bias gender. Masih ada bias gender yang terjadi kalau perempuan belum dapat tempat yang layak, ada pembagian domestik dan publik. Itu seharusnya tidak terjadi lagi,” papar Syska ditemui di sela aksi.

Break the bias merupakan tema IWD secara internasional. Sementara tema yang diangkat IWD Surabaya adalah Lawan Diskriminasi: Setara Kita Berdaya.

”Hari ini (8/3) kami membawa 15 tuntutan. Yang pertama adalah permintaan untuk segera sahkan RUU PKS (Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual),” ujar Syska.

IWD Surabaya mencatat masih banyak kasus pelecehan seksual di ranah pendidikan, baik di sekolah maupun universitas. Dia berharap pemerintah dan masyarakat dapat mengusut tuntas kasus tersebut.

”Kami ingin semua kasus pelecehan seksual di ranah pendidikan diusut dan diberi hukuman setimpal. Tema IWD tahun ini lawan diskriminasi gender setara kita berdaya,” ucap Syska.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore