Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Maret 2022 | 02.27 WIB

Sejak WFH, Muncul Banyak Kafe Baru di Surabaya

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Bisnis food and beverage (F&B) serta kafe dalam tiga tahun terakhir di Kota Surabaya, memang mengalami pasang surut. Terlebih adanya terpaan pandemi Covid-19 yang belum kunjung usai.

Pasang surut itu terlihat dari jenis usaha di bidang industri yang disajikan Badan Pusat statistik (BPS) Kota Surabaya. Misalnya, jenis usaha kafe dan restoran di Kota Pahlawan. Pada 2019, ada penerbitan tanda daftar usaha untuk kafe yang berjumlah 49 unit. Setahun kemudian, jumlahnya turun menjadi 31 unit. Pada 2021, ada kenaikan menjadi 33 usaha baru.

Berbeda halnya dengan restoran. Penerbitan usaha restoran pada 2019 mencapai 119 unit, lalu pada 2020 turun pada angka 64 unit. Pada 2021, jumlahnya 52 usaha baru. Kendati demikian, angka tersebut masih tinggi ketimbang 12 jenis usaha lainnya di bidang pariwisata.

”Alhamdulillah kalau dilihat di sektor kecamatan masing-masing, ada yang baru. Khususnya bisnis kafe dan F&B,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (DKKORP) Wiwiek Widayati kemarin (27/2).

Menurut dia, masyarakat Surabaya sudah mampu melihat peluang bisnis. Meski kondisi Surabaya masih terbelenggu pandemi varian Omicron. ”Hasil survei kami, pengusaha lama maupun baru itu bisa membaca peluang,’’ katanya.

Hal itu bisa dilihat dari data BPS Kota Surabaya. Jumlah restoran yang diterbitkan tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) tingkat kecamatan pada 2020, Kecamatan Mulyorejo menerbitkan 9 usaha baru. Pada 2021, di kecamatan yang sama TDUP restoran meningkat menjadi 11 usaha baru.

Lalu, di Kecamatan Gubeng, pada 2020 menerbitkan 3 usaha baru, sedangkan pada 2021 mencapai 10 usaha baru di bidang restoran. ”Iklim munculnya usaha restoran baru itu sejak pandemi tahun kedua. Kita ini kan mau masuk ketiga ya. Soalnya, pangsa pasarnya muncul,’’ jelasnya.

Menurut mantan kepala dinas perdagangan itu, work from home (WFH) memunculkan kebiasaan baru. Meski aktivitas dibatasi, kebutuhan makanan dan minuman cepat saji terbilang naik. Hal itu, kata dia, dilihat sebagai peluang bagi pengusaha lama dan baru.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore