
DIGITAL: Aktivitas di Pelabuhan Tanjung Perak beberapa waktu lalu. Akan ada 25 pelabuhan yang menerapkan Inaportnet tahun ini. Pelabuhan Tanjung Perak sudah memanfaatkan layanan digital tersebut. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com – Pemerintah bakal mengoptimalkan pengoperasian Inaportnet di pelabuhan. Penerapan layanan digital menuai apresiasi dari berbagai kalangan. Pengamat dan pengguna jasa mendorong pengembangan national logistics ecosystem (NLE) untuk mengurangi biaya logistik hingga 50 persen.
Berdasar informasi, rencananya ada 25 pelabuhan yang menerapkan Inaportnet tahun ini. Pelabuhan Tanjung Perak sudah memanfaatkannya. Aplikasi diterapkan seiring dengan merebaknya pandemi Covid-19.
Pengamat maritim dari ITS Raja Oloan Saut Gurning menyatakan, penerapan Inaportnet di Pelabuhan Tanjung Perak sudah berjalan baik. Namun, dia mengingatkan pentingnya dukungan fasilitas internet. ”Ada pengguna jasa yang melapor sulit meng-upload dokumen karena server down. Ini menjadi perhatian bersama,” kata Saut.
Dia menuturkan, layanan perlu dievaluasi secara terus-menerus. Setidaknya terkait dengan hambatan pengoperasian. Operator juga perlu mengembangkan layanan untuk mendorong percepatan bongkar muat.
Menurut Saut, Inaportnet bukan satu-satunya platform digital yang diterapkan di pelabuhan. Ada banyak aplikasi lain. Operatornya juga berasal dari instansi berbeda-beda.
Saut menyampaikan, NLE menjadi pemersatu layanan. Seluruh platform yang jumlahnya banyak bisa diintegrasikan. Pelayanan di pelabuhan akan semakin mudah, efektif, dan terpantau.
”Jadi, bukan hanya kantor otoritas pelabuhan, NLE juga mengoneksikan layanan digital milik instansi lain. Misalnya, Bea Cukai, karantina, kantor kesyahbandaran, badan pengelola pelabuhan, dan pengguna jasa,” papar Saut.
Dia memprediksi pengembangan NLE dapat membuat biaya logistik turun hingga 50 persen. Saut mengakui, pengembangan NLE tentu tidak mudah. Ada banyak hambatan yang harus dilalui. Bukan hanya permasalahan anggaran dan SDM.
Menurut Saut, budaya yang berbeda dari setiap instansi juga menjadi persoalan yang harus diatasi. Tidak mudah melakukan sosialisasi kepada pengguna jasa yang jumlahnya banyak. ”Dengan NLE, biaya mobilitas untuk tatap muka juga bisa dikurangi. Pemantauan lebih mudah karena satu sistem besar,” jelas Saut.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
