
Ilustrasi KPU.
JawaPos.com–Rencana pemekaran daerah pilihan (dapil) untuk Pemilu 2024 mulai dibahas Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama DPRD Kota Surabaya.
Berdasar UU Nomor 7 Tahun 2017, kabupaten/kota dengan penduduk lebih dari 3 juta jiwa, bisa memiliki 55 anggota DPRD. Saat ini, hanya ada 50 anggota DPRD di Kota Surabaya.
Menanggapi wacana pemerakan dapil itu, Ketua KPU Kota Surabaya Nur Syamsi mengaku sedang melakukan kajian. ”Kami siap dengan Pemilu 2024 pada 14 Februari 2024. Prinsipnya kami bekerja sesuai dengan peraturan dan perundangan,” kata Syamsi ketika ditemui pada Rabu (23/2).
Salah satu peraturan dan perundangan yang akan dipatuhi, lanjut Syamsi, adalah tahap program dan jadwal. Simulasi terkait program dan jadwal serta tahap itu merujuk pada UU No 7 tentang pengusulan dan penetapan dapil DPRD kabupaten/kota.
”Tahap itu akan kami lakukan pada Januari 2023. Itu akan kita diskusi dan FGD. Akan kami sampaikan ke KPU tentang kepastian pemekaran dapil,” terang Syamsi.
Syamsi menyebut, saat ini, tahap pemilu belum dimulai. Sebab, berdasar UU Nomor 7 Tahun 2017, tahap pemilu dilakuakn paling lambat 20 bulan sebelum pemungutan suara.
”Karena (Pemilu) dilakukan 14 Februari 2024, tahap dilakukan pada Juli 2022,” ujar Syamsi.
Namun, pihaknya bisa melakukan pengkajian soal pemekaran dapil. Kajian dilakukan secepatnya. Dengan demikian, pihaknya bisa segera memberikan rekomendasi ke KPU RI.
”Pemekaran dapil kami akan kaji lagi. Kami mulai pada akhir 2022 dan awal 2023. Itu pun bukan kami yang menetapkan, namun KPU RI,” papar Syamsi.
Namun, kajian itu terkendala anggaran. Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni menjelaskan, anggaran kajian diberikan Pemerintah Kota Surabaya. ”Belum ada kajian. Nah tadi ini salah satu pertimbangannya adalah harus ada dukungan dari Pemkot harus ada realisasi (anggaran),” jelas Arif Fathoni.
Anggaran itu seharusnya ditutup APBN. Oleh karena itu, KPU membutuhkan bantuan Pemkot Surabaya untuk bersurat ke KPU RI.
”Karena penduduk Kota Surabaya mencapai 3 juta lebih, seharusnya ada 6–7 dapil. Idealnya kan makin banyak warga, pelayan warga lewat DPRD juga lebih banyak,” kata Arif Fathoni.
Dia mencontohkan 1 orang anggota DPRD Kota Surabaya harus membawahi lebih dari 1 kecamatan dalam jarak yang cukup jauh. Kemudian, warga yang dibawahi juga banyak.
”Pemekaran dapil ini kan butuh good will (niat baik) Pemkot Surabaya. Dengan penambahan dapil, cost politik bisa ditekan. Tentu yang kita harapkan output dari pesta demokrasi ini mengembangkan pemerintahan jadi bisa baik dan benar,” ucap Arif Fathoni.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Start P7 di Sirkuit Assen! Veda Ega Pratama Bongkar Penyebab Crash di Practice Moto3 Belanda 2026
