
Photo
JawaPos.com- Penanganan pencegahan kebakaran getol dilakukan Pemkot Surabaya. Kemarin (14/2) pembentukan kader masyarakat dan keluarga siaga kebakaran (madagaskar) disosialisasikan di Kecamatan Tambaksari.
Pemaparan madagaskar mengenai penanganan pertama kebakaran. Kader juga melakukan praktik atas langkah-langkah penanggulangan kebakaran warga secara langsung. ”Juru padam utama itu warga. Jadi, saat ini kami berupaya membentuk entitas penanggulangan kebakaran yang melibatkan kader PKK,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Dedik Irianto.
Dia menjelaskan, kesigapan warga untuk memadamkan api itu berada pada tiga menit pertama. Terlebih saat api belum membesar. Namun, bagi dia, yang terpenting warga dapat meminimalkan kebakaran. ”Jadi, lebih perhatian dengan sekeliling. Mematikan arus listrik saat pergi serta perhatikan tabung dan regulator elpiji. Itu penting karena ada masanya,” ujarnya.
Menurut dia, pembentukan kader madagaskar bersama tim pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) di tingkat warga tersebut mutlak dilakukan di kota besar seperti Surabaya. Hal itu penting untuk menunjang kinerja 21 pos pemadam kebakaran di seluruh Surabaya. ”Waktu respons kami sudah enam menit. Ini perlu ditunjang di tingkat warga. Makanya, kami bentuk relawan bersama PKK di tengah masyarakat,” ujarnya. Termasuk melatih cara pemadaman tradisional dan konvensional dengan menggunakan APAR.
Dedik mengungkapkan, selama Januari–Februari ada 56 kasus kebakaran. Namun, kata dia, 52 persen petugas pemadam hanya melakukan pembasahan. ”Itu berarti warga sudah sigap. Sebanyak 52 persen selama dua bulan ini dipadamkan masyarakat sendiri,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Pokja Satu PKK Kota Surabaya Rosa Sofana mengatakan, hingga kini penyampaian materi dan simulasi dilakukan di tiga kecamatan. Termasuk Kecamatan Tambaksari dengan melibatkan kader PKK kelurahan. ”Bagian dari kemampuan kader. Untuk madagaskar, sementara kami bentuk satu koordinator di setiap kelurahan,” katanya seusai simulasi.
Dedik menyatakan, launching kader madagaskar akan dilakukan pada 1 Maret dalam rangka memperingati Hari Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. ”Jadi, ke depan tak hanya mampu memadamkan, tapi juga ada edukasi ke masyarakat. Jadi, muncul kesadaran,” ungkapnya.
Camat Tambaksari R.R. Laksita Rini Sevriani berharap adanya pelatihan pencegahan kebakaran. Kader dapat mengantisipasi apabila terjadi kebakaran skala kecil di lingkungan sekitar. ”Jadi, dapat segera diantisipasi,” tandasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
