
Wakil Wali Kota Armuji memantau kinerja petugas command center. Humas Pemkot Surabaya
JawaPos.com- Ribuan telepon masuk ke layanan Command Center (CC) 112 Surabaya per hari. Tak hanya permohonan pertolongan medis atau laporan darurat lainnya, banyak juga telepon iseng. Mulai curhat hingga minta kenalan. Ada juga telepon masuk dari anak-anak.
Sebagian informasi itu adalah laporan orang hilang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya mencatat, tahun lalu, ada belasan laporan penemuan orang tersesat. Dalam sehari, rata-rata petugas CC 112 Surabaya menerima hingga 2.600 telepon dari masyarakat.
”Ada yang cerita keluarganya hingga iseng godain petugas,” kata Kepala Suboperasional BPBD Surabaya Arif Sunandar kemarin (10/1) siang.
Menurut dia, ketika lonjakan gelombang kedua Covid-19 lalu, pihaknya menyediakan dua psikolog. Tujuannya, untuk merespons warga yang curhat. Saat itu banyak warga yang depresi. Mereka curhat, mulai soal ekonomi, pekerjaan, hingga urusan percintaan.
”Semuanya dilayani petugas dengan baik. Bahkan, ada yang curhat hingga satu jam lebih. Maklum, situasi lalu tak hanya membuat orang panik. Tapi juga banyak yang depresi,” lanjutnya.
Menurut Arif, banyak juga telepon yang masuk dari anak-anak. Mereka hanya mengetes petugas. Laporan yang disampikan juga tidak ada. ”Ya anak-anak itu hanya halo halo 112 ya,” ucapnya.
Telepon iseng ke CC 112 Surabaya tak hanya pada siang hari. Tapi juga pada malam. Ada juga yang nekat minta kenalan dengan petugas. Arif menuturkan, sehari terdapat 60 petugas yang berjaga. Mereka dibagi tiga sif. Laporan darurat medis menjadi yang paling banyak. Terutama saat lonjakan Covid-19 pada tahun lalu.
‘’Mulai permintaan ambulans hingga bantuan pemakaman. Kemudian, disusul dengan laporan darurat lainnya. Seperti adanya kebakaran atau pertolongan evakuasi lainnya,” lanjut Arif.
Sementara itu, untuk laporan orang hilang, jumlahnya masih balasan. Arif menjelaskan, berdasar data selama dua tahun lalu, terdapat 13 laporan orang tersesat dan penemuan orang linglung. ”Paling banyak ini dari anak berkebutuhan khusus (ABK) yang hilang,” terangnya.
Sebagaian besar adalah anak-anak. Tapi, ada juga orang tua. Mereka ditemukan orang di berbagai titik. Kemudian, dilaporkan CC 112 Surabaya untuk penanganan lanjutan. Tidak sedikit juga yang akhirnya bertemu kembali dengan keluarganya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
