Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Januari 2022 | 16.30 WIB

Command Center 112 Surabaya Terima Telepon hingga 2.600 Kali Per Hari

Wakil Wali Kota Armuji memantau kinerja petugas command center. Humas Pemkot Surabaya - Image

Wakil Wali Kota Armuji memantau kinerja petugas command center. Humas Pemkot Surabaya

JawaPos.com- Ribuan telepon masuk ke layanan Command Center (CC) 112 Surabaya per hari. Tak hanya permohonan pertolongan medis atau laporan darurat lainnya, banyak juga telepon iseng. Mulai curhat hingga minta kenalan. Ada juga telepon masuk dari anak-anak.

Sebagian informasi itu adalah laporan orang hilang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya mencatat, tahun lalu, ada belasan laporan penemuan orang tersesat. Dalam sehari, rata-rata petugas CC 112 Surabaya menerima hingga 2.600 telepon dari masyarakat.

”Ada yang cerita keluarganya hingga iseng godain petugas,” kata Kepala Suboperasional BPBD Surabaya Arif Sunandar kemarin (10/1) siang.

Menurut dia, ketika lonjakan gelombang kedua Covid-19 lalu, pihaknya menyediakan dua psikolog. Tujuannya, untuk merespons warga yang curhat. Saat itu banyak warga yang depresi. Mereka curhat, mulai soal ekonomi, pekerjaan, hingga urusan percintaan.

”Semuanya dilayani petugas dengan baik. Bahkan, ada yang curhat hingga satu jam lebih. Maklum, situasi lalu tak hanya membuat orang panik. Tapi juga banyak yang depresi,” lanjutnya.

Menurut Arif, banyak juga telepon yang masuk dari anak-anak. Mereka hanya mengetes petugas. Laporan yang disampikan juga tidak ada. ”Ya anak-anak itu hanya halo halo 112 ya,” ucapnya.

Telepon iseng ke CC 112 Surabaya tak hanya pada siang hari. Tapi juga pada malam. Ada juga yang nekat minta kenalan dengan petugas. Arif menuturkan, sehari terdapat 60 petugas yang berjaga. Mereka dibagi tiga sif. Laporan darurat medis menjadi yang paling banyak. Terutama saat lonjakan Covid-19 pada tahun lalu.

‘’Mulai permintaan ambulans hingga bantuan pemakaman. Kemudian, disusul dengan laporan darurat lainnya. Seperti adanya kebakaran atau pertolongan evakuasi lainnya,” lanjut Arif.

Sementara itu, untuk laporan orang hilang, jumlahnya masih balasan. Arif menjelaskan, berdasar data selama dua tahun lalu, terdapat 13 laporan orang tersesat dan penemuan orang linglung. ”Paling banyak ini dari anak berkebutuhan khusus (ABK) yang hilang,” terangnya.

Sebagaian besar adalah anak-anak. Tapi, ada juga orang tua. Mereka ditemukan orang di berbagai titik. Kemudian, dilaporkan CC 112 Surabaya untuk penanganan lanjutan. Tidak sedikit juga yang akhirnya bertemu kembali dengan keluarganya.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore