Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Desember 2021 | 23.41 WIB

Covid-19 di Surabaya, dari Zona Merah Sampai Tinggal 5 Kasus

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Rafika Yahya/JawaPos.com - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Rafika Yahya/JawaPos.com

JawaPos.com–Pada Senin (13/12), Kota Surabaya mendapat penghargaan dalam upaya penanganan Covid-19 terbaik dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Penghargaan itu diterima karena telah berhasil menghambat laju penyebaran Covid-19 serta menurunkan kasus secara signifikan.

Selama 2021, kasus Covid-19 di Kota Surabaya cenderung fluktuatif. Pada Januari, sempat tidak ada kasus tersisa di Kota Surabaya. Kemudian pada Maret, masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro baru saja dimulai. Masa PPKM mikro dimaksimalkan Pemkot Surabaya untuk menekan kasus Covid-19.

Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Irvan Widyanto menyatakan, penerapan PPKM mikro di Kota Surabaya telah menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Baik kasus baru, kasus aktif, hingga kondisi ketersdiaan tempat tidur di rumah sakit.

”Upaya tersebut akan semakin efektif apabila terus mengoptimalkan serta menguatkan kolaborasi yang terintegrasi dengan 3 pilar dan peran masyarakat,” terang Irvan.

Irvan mencatat 8.979 RT nol kasus di Surabaya atau dalam kategori zona hijau. Kemudian zona kuning (1–5 kasus) ada 196 RT. Sedangkan untuk RT kategori zona oranye (6–10 kasus) dan zona merah (>10 kasus) tidak ada.

”Sementara berdasar SE wali kota, pada 1 Maret 2021, ada 8.979 RT di Surabaya nol kasus Covid-19 atau dalam kategori zona hijau. Sedangkan untuk zona kuning (1 kasus) ada 176 RT dan zona merah (> 1 kasus) 20 RT,” jelas dia.

Pertempuran melawan Covid-19 kembali memanas pada April saat gelombang kedatangan PMI (Pekerja Migran Indonesia) asal Jawa Timur. Mereka mulai masuk di tempat karantina yakni di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Tidak kurang dari 600 orang sudah masuk dari sejumlah 1.400 orang yang akan pulang ke berbagai wilayah di Jawa Timur karena sudah selesai ataupun rehat dari kontrak kerja mereka di luar negeri.  Sebanyak 34 pekerja migran Indonesia (PMI) terdiri atas 17 laki-laki dan 17 perempuan dinyatakan positif Covid-19 setelah kembali ke Surabaya. Mereka dirawat di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI).

”Mereka baru kembali dari Malaysia, Hongkong, Singapura, dan Brunei Darussalam. Asal mereka beragam. Separo lebih berasal dari Madura, yakni dari Sampang, Pamekasan, Bangkalan, dan Sumenep. Yang lainnya dari Jember, Probolinggo, Ponorogo, Pacitan, Sidoarjo, dan satu orang dari Kendal, Jawa Tengah,” urai Radian Jadid, Ketua Pelaksanan Relawan PPKPC-RSLI.

Selain PMI, pemudik juga dibatasi. Pemkot Surabaya menyiapkan 17 titik penyekatan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei. Sebanyak 411 personel disiapkan untuk menghalau pemudik yang akan melakukan perjalanan.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, personel yang disiagakan dari berbagai unsur. Mulai dari TNI, Polri dari Polrestabes Surabaya dan juga Polres Pelabuhan Tanjung Perak, serta dari Pemkot mulai Dishub, Satpol PP dan BPB Linmas.

”Ini merupakan untuk monitoring pemudik yang keluar masuk di Kota Surabaya,” tutur Febri pada Senin (3/5).

Memasuki Juni, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut kenaikan pasien Covid-19 di Surabaya meningkat hingga 50 persen. Otomatis, angka positivity rate atau besaran orang yang terinfeksi Covid-19 dalam sebuah populasi juga meningkat.

Positivity rate naik. Secara total rata-rata 8–10 persen berarti ini sebenarnya alarm, meskipun totalnya secara keseluruhan kita tidak mengatakan tidak sampai zona merah. Tetapi ini alarm yang harus kita waspadai. Ini sudah warning,” jelas Eri ketika ditemui di Balai Kota Surabaya pada Senin (14/6).

Kenaikan itu berdampak pada peningkatan jumlah tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19. Salah satu rumah sakit dengan nakes yang terpapar adalah RS Universitas Airlangga (RS Unair) Surabaya. Sekitar 40 tenaga medis terpapar ketika bertugas.

Hal yang sama terjadi di RS Husada Utama (RSHU) Surabaya. Dirut RSHU Didi D. Dewanto mengungkapkan belasan nakes terpapar virus Covid-19. ”Pasti ada. Beberapa orang di tempat saya. Sekitar 15 orang terpapar. (Sudah) biasa. (Itu kan) risiko,” kata Didi saat itu.

Sama seperti kondisi RSUA, perawat di RSHU masuk kategori OTG. Beberapa di antaranya dirawat di RSHU dengan gejala ringan.

Kasus terus meningkat. Puncaknya, pada Senin (5/7), beberapa rumah sakit di Kota Surabaya melakukan lockdown atau mentup sememtara pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Jumlah pasien Covid-19 yang memenuhi ruangan menjadi alasan.

Di antara yang lockdown itu adalah RSI Jemursari, RSI Ahmad Yani, RS Royal, RS Wiyung Sejahtera, RS PHC, RS Adi Husada Undaan Wetan. Kemudian juga RS Adi Husada Kapasari, RS Premier, National Hospital, RS Al Irsyad, RS Gotong Royong, RS RKZ, dan RS William Booth.

Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Jatim Dodo Anondo menyatakan rumah sakit itu menerapkan sistem buka tutup.

”Memang betul RS-RS itu menutup sementara (IGD). Menutup sementara, artinya kami sistemnya buka tutup secara dinamis,” tutur Dodo.

Sebulan kemudian, pada Senin (2/8), masa PPKM darurat dan level 4 berakhir. Pada 23 Juli, warga yang dirawat mencapai 11.689 orang. Awal Agustus, jumlahnya jauh berkurang menjadi 9.446 orang.

Kondisi itu bertahan hingga September. Penurunan kasus Covid-19 dibuktikan dengan turunnya positivity rate di Kota Surabaya di angka 1,61 persen, jauh di bawah standar WHO 5 persen.

Tingkat kesembuhan (case recovery rate) mencapai 95,55 persen, di atas rata-rata nasional. Adapun tingkat kematian (case fatality rate) Surabaya di angka 3,7 persen, juga salah satu yang terendah. Sedangkan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) pada 4 September terus turun menjadi 16,54 persen.

Situasi Covid-19 makin terkendali hingga Desember. Per hari ini, Kamis (23/12), tercatat terdapat 5 kasus aktif. Secara kumulatif, terdapat 67.054 warga yang pernah dinyatakan positif Covid-19, 64.493 diantaranya sembuh, dan 2.556 meninggal dunia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore