Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Desember 2021 | 18.17 WIB

Gereja Kristus Raja Surabaya Desain Pohon Natal dengan Khas Nusantara

JELANG NATAL: Pengunjung melintas di dekat pohon Natal raksasa di Mal Taman Anggrek, Jakarta, Senin (21/12). Mengangkat tema Christmas Merry and Bright, Mal Taman Anggrek mendekor interior mal dan memasang pohon Natal megah yang dikelilingi beberapa pohon - Image

JELANG NATAL: Pengunjung melintas di dekat pohon Natal raksasa di Mal Taman Anggrek, Jakarta, Senin (21/12). Mengangkat tema Christmas Merry and Bright, Mal Taman Anggrek mendekor interior mal dan memasang pohon Natal megah yang dikelilingi beberapa pohon

JawaPos.com–Gereja Katolik Kristus Raja di Kota Surabaya, Jawa Timur, mendesain pohon Natal dengan berbagai ornamen khas Nusantara. Hiasan itu juga terpampang di diorama kelahiran Isa Almasih.

Kepala Gereja Katolik Kristus Raja Romo Markus Marcelinus Hardo Iswanto CM mengatakan, peringatan Hari Raya Natal tahun ini mengangkat tema Cinta Kasih Membawa Semangat Persaudaraan. ”Konsep keseluruhan dari diorama, yakni untuk persaudaraan,” terang Markus Marcelinus Hardo Iswanto seperti dilansir dari Antara di Surabaya, Rabu (22/12).

Menurut dia, persaudaraan tersebut diambil dari keberagaman umat dan masyarakat, terlebih lagi tema Cinta Kasih Membawa Semangat Persaudaraan. ”Maka kami membawa simbol-simbol keberagaman, jadi bukan menjadi bahan sebagai perpecahan, tapi saling merangkul,” ujar Markus Marcelinus Hardo Iswanto.

Di diorama kelahiran Isa di Gereja Katolik Kristus Raja, tampak Bunda Maria dan Yoseph menggunakan kain tenun khas Alor Timur Nusa Tenggara Barat. Tiga raja pembawa hadiah, mengenakan kain batik Korpri yang biasa dipakai aparatur sipil negara (ASN).

Rosarita, salah satu pengurus Gereja Katolik Kristus Raja menjelaskan, tiga raja pembawa hadiah yang memakai baju batik Korpri melambangkan pemerintahan yang diharapkan bisa mengayomi dan mensejahterakan warga. ”Memang di sana, kami sengaja memasangkan batik Korpri kepada tiga raja yang memberikan hadiah, melambangkan bahwa pemerintah bisa memberikan kesejahteraan masyarakat dengan cara mengayomi,” tutur Rosarita.

Dalam desain diorama kelahiran Isa Almasih dan pohon Natal dengan corak nusantara, Rosarita menjelaskan, semua ide dari Romo Markus Marcelinus Hardo Iswanto CM. Namun, Rosarita bersama-sama dengan pengurus sanggar di Gereja Kristus Raja, diberi kebebasan mendesain pohon natal beserta dioramanya.

”Kebetulan untuk desain, kami satu tim yakni tim sanggar seni. Jadi dari kostum penari kami coba padukan di pohon Natal serta pernak-perniknya, ide yang kami punya dikeluarkan semua, maka dari itu berdirilah pohon Natal ini,” papar Rosarita.

Untuk ornamen pohon Natal, tampak beberapa batik di antaranya batik Honocoroko, batik Parang, batik Naga, dan Gedongan Bayi. Tak hanya kain batik, ada juga lambang dari mahkota Papua, Kalimantan, Sumatera, Aceh, hingga Tionghoa.

Rosari menmbahkan, ornamen-ornamen tersebut mempunyai arti sendiri-sendiri. Namun intinya keberagaman dari nusantara.

Sementara itu, di balik diorama kelahiran Isa dan Pohon Natal, juga ada desain pegunungan dari kertas, sehingga nampak natural.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore