
JELANG NATAL: Pengunjung melintas di dekat pohon Natal raksasa di Mal Taman Anggrek, Jakarta, Senin (21/12). Mengangkat tema Christmas Merry and Bright, Mal Taman Anggrek mendekor interior mal dan memasang pohon Natal megah yang dikelilingi beberapa pohon
JawaPos.com–Gereja Katolik Kristus Raja di Kota Surabaya, Jawa Timur, mendesain pohon Natal dengan berbagai ornamen khas Nusantara. Hiasan itu juga terpampang di diorama kelahiran Isa Almasih.
Kepala Gereja Katolik Kristus Raja Romo Markus Marcelinus Hardo Iswanto CM mengatakan, peringatan Hari Raya Natal tahun ini mengangkat tema Cinta Kasih Membawa Semangat Persaudaraan. ”Konsep keseluruhan dari diorama, yakni untuk persaudaraan,” terang Markus Marcelinus Hardo Iswanto seperti dilansir dari Antara di Surabaya, Rabu (22/12).
Menurut dia, persaudaraan tersebut diambil dari keberagaman umat dan masyarakat, terlebih lagi tema Cinta Kasih Membawa Semangat Persaudaraan. ”Maka kami membawa simbol-simbol keberagaman, jadi bukan menjadi bahan sebagai perpecahan, tapi saling merangkul,” ujar Markus Marcelinus Hardo Iswanto.
Di diorama kelahiran Isa di Gereja Katolik Kristus Raja, tampak Bunda Maria dan Yoseph menggunakan kain tenun khas Alor Timur Nusa Tenggara Barat. Tiga raja pembawa hadiah, mengenakan kain batik Korpri yang biasa dipakai aparatur sipil negara (ASN).
Rosarita, salah satu pengurus Gereja Katolik Kristus Raja menjelaskan, tiga raja pembawa hadiah yang memakai baju batik Korpri melambangkan pemerintahan yang diharapkan bisa mengayomi dan mensejahterakan warga. ”Memang di sana, kami sengaja memasangkan batik Korpri kepada tiga raja yang memberikan hadiah, melambangkan bahwa pemerintah bisa memberikan kesejahteraan masyarakat dengan cara mengayomi,” tutur Rosarita.
Dalam desain diorama kelahiran Isa Almasih dan pohon Natal dengan corak nusantara, Rosarita menjelaskan, semua ide dari Romo Markus Marcelinus Hardo Iswanto CM. Namun, Rosarita bersama-sama dengan pengurus sanggar di Gereja Kristus Raja, diberi kebebasan mendesain pohon natal beserta dioramanya.
”Kebetulan untuk desain, kami satu tim yakni tim sanggar seni. Jadi dari kostum penari kami coba padukan di pohon Natal serta pernak-perniknya, ide yang kami punya dikeluarkan semua, maka dari itu berdirilah pohon Natal ini,” papar Rosarita.
Untuk ornamen pohon Natal, tampak beberapa batik di antaranya batik Honocoroko, batik Parang, batik Naga, dan Gedongan Bayi. Tak hanya kain batik, ada juga lambang dari mahkota Papua, Kalimantan, Sumatera, Aceh, hingga Tionghoa.
Rosari menmbahkan, ornamen-ornamen tersebut mempunyai arti sendiri-sendiri. Namun intinya keberagaman dari nusantara.
Sementara itu, di balik diorama kelahiran Isa dan Pohon Natal, juga ada desain pegunungan dari kertas, sehingga nampak natural.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
