Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Desember 2021 | 22.34 WIB

Terdaftar 15.458 Orang, 900 Warga Surabaya Bersiap Umrah Perdana

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya terus melakukan persiapan menjelang pemberangkatan umrah perdana. Sesuai rencana, jadwal penerbangan ke Tanah Suci itu pada 23 Desember. Total jemaah yang hendak beribadah ke Tanah Suci itu mencapai 900 orang.

Kasi Pelaksana Haji dan Umrah Kemenag Kota Surabaya Gatarman menyampaikan, pemberangkatan jemaah dibagi menjadi dua kelompok terbang (kloter). Sebanyak 450 orang terbang pada 22 Desember. Selebihnya, 450 jemaah lagi berangkat pada 23 Desember.

Dia menegaskan, seluruh jemaah bakal transit dulu di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta untuk menjalani karantina di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. ”Tidak langsung ke Arab Saudi,” ucapnya kemarin (14/12).

Seluruh jemaah yang hendak umrah harus menjalani karantina terlebih dahulu. Ketentuan itu sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kemenag pusat.

Dari 900 calon jemaah umrah itu, mayoritas adalah pimpinan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU). Mereka pemilik kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah (KBIHU) dan travel umrah. Jumlah itu sesuai data dari Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Jatim. ”Jadi, setiap penerbangan full,” ujarnya.

Selain beribadah umrah, kedatangan para owner PPIU juga untuk meninjau kondisi fasilitas calon jemaah umrah. Misalnya, harga sewa kamar hotel bintang lima dan bintang empat. Tujuannya, jadi acuan untuk menetapkan biaya umrah pada masa pandemi. ”Otomatis kan ada penyesuaian biaya. Karena sekarang satu kamar maksimal diisi dua orang untuk mencegah penularan Covid-19,” paparnya.

Ke depan, lanjut dia, Kemenag Surabaya meminta tambahan kouta untuk penerbangan khusus dari Bandara Juanda Surabaya. Permintaan itu sudah disampaikan ke Ditjen PHU Kemenag RI. Sejauh ini, Kemenag Surabaya masih menunggu jawaban. ”Kami usul agar Surabaya sebagai embarkasi pemberangkatan sendiri. Karena jika transit di Jakarta sangat memengaruhi cost jemaah,” ujarnya.

Sementara itu, ribuan calon jemaah umrah masih menunggu jadwal keberangkatan. Jumlahnya pun terus bertambah. Kota Surabaya contohnya. Sejauh ini terdata 15.458 orang calon jemaah umrah. ”Jumlah dari Surabaya paling banyak di Jatim,” jelas Kasi Bidang PHU Kanwil Kemenag Jatim Mahsun Zain.

Adapun total calon jemaah umrah se-Jatim mencapai 95.179 orang. Keberangkatan mereka tertunda karena pandemi Covid-19. Jumlah itu adalah akumulasi sejak 3 Februari lalu. Sebab, saat itu pemerintah Arab Saudi memang menutup pintu penerbangan jemaah umrah maupun haji. Bahkan, ada yang tertunda keberangkatannya sejak 2020.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore