
Photo
JawaPos.com- Seni pertunjukan turut berubah seiring pandemi Covid-19 terjadi. Termasuk di sekolah. Siswa-siswi turut merasakan betul imbasnya. Ruang temu dan interaksi seni pertunjukan itu menjadi terbatas. Akhirnya, semangat dan produktivitas dalam berkarya menjadi menurun.
”Keadaan itu yang coba kami intervensi dalam penelitian kami,” kata Dhani Kristiandri, dosen progam studi musik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kepada Jawa Pos, Rabu (1/12).
Dhani dan timnya baru saja menyelesaikan proyek optimalisasi seni pertunjukan untuk siswa-siswi SMKN 12 Surabaya. Hasilnya, mereka menemukan tiga bagian dalam pertunjukan musik di tengah pandemi Covid-19. Temuan tersebut bisa diadopsi agar tontonan menjadi tetap menarik.
Pertama, manajemen partitur. Notasi jadi kunci permainan musik yang apik dan megah. Menurut Dhani, sekadar meniru atau meng-cover lagu dari internet, mungkin bisa jadi latihan bagi siswa. Tapi, untuk memahami lebih dalam sebuah lagu, siswa perlu belajar tentang not balok.
”Jadi mereka juga paham ini lagunya seperti apa. Kalau sekadar chord itu masih bisa salah paham dengan anggota penampil lainnya,” imbuh Dhani.
Dengan belajar not balok, lanjut dia, siswa juga bisa berlatih secara mandiri. Tidak perlu bertemu dulu di awal pemilihan lagu, hanya demi menyamakan chord yang dimainkan.
Selain itu, dengan pemahaman notasi balok yang baik, siswa juga busa belajar menggubah lagu mereka sendiri. Aransemen yang dibuat, bisa jadi hak kekayaan intelektual (HAKI) mereka. ”Itu yang membedakan. Gubahan lagu yang dibuat bisa didaftarkan HAKI. Kalau hanya cover, tidak bisa,” sahut Mohammad Sarjoko, anggota tim peneliti lainnya.
Kedua, harus ada perubahan manajemen latihan. Di tengah pandemi, latihan yang dilakukan siswa harus efektif dan efisien. Kini, interaksi tak bisa berlama-lama. Dalam satu jam, harus mampu menguasai lagu.
”Tantangannya adalah bagaimana bagian sulit bisa dikuasai dan tidak ada lagi ngobrol-ngobrol di tengah Latihan. Seefektif dan seefesien mungkin,” tambah Agus Suwahyono, anggota tim.
Dia menyebutkan, siswa kerap memiliki kebiasaan menghindari belajar bagian yang susah. ”Toh, nanti ketutup sama yang lain, begitu pikirnya. Padahal, ada satu alat musik yang fals pasti terdengar lho,” sahut Vivi Ervina Dewi, anggota tim.
Karena itu, lanjut dia, pihaknya meminta ada perubahan latihan dengan mendorong siswa menguasai dulu bagian tersulit dari sebuah lagu. Siswa mesti mengulang-ulang bagian bersangkutan setidaknya lima kali. ”Kalau bosan, bisa dicoba main tangga nada dasar do-re-mi. Ini membantu mereka santai sejenak, sekaligus mengecek apa ada alat musik yang perlu di-stem,” imbuh Joko Winarko.
Manajemen seni pertunjukan pun telah berubah. Tidak seperti sebelum pandemi yang bisa tampil langsung di hadapan banyak penonton. Nah, penguasaan pada teknologi dan setting panggung kini menjadi kunci. ”Kami ajak belajar penempatan lampu itu bagaimana. Mencari sudut yang bagus untuk merekam suara itu di mana,” jelas Dhani.
Dhani menjelaskan, ruang-ruang kecil di rumah sejatinya juga memiliki dampak yang lebih bagus untuk rekaman. Sudut kecil bisa dipakai untuk mendapatkan kualitas suara lebih baik. Lalu, pemasangan lampu-lampu kecil yang merata di depan dan belakang penampil, juga menghasilkan gambar lebih bagus. Daripada hanya menempatkan lampu yang terang di depan wajah penampil.
”Dengan tambahan lampu beragam warna, hasilnya bisa jadi lebih hidup saat ditampilkan,” papar alumnus ISI Surakarta itu.
Percobaan perubahan manajemen seni pertunjukan di beberapa elemen tersebut, ternyata mampu menghasilkan pertunjukan yang memuaskan. ”Siswa-siswi juga lebih bersemangat untuk menghasilkan karya-karya. Mereka sudah mengetahui triknya bagaimana, sehingga siswa-siswi semangat untuk berkumpul lagi,” tambah pria kelahiran Kediri tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
