
Photo
JawaPos.com- Tiga warisan seni maupun tradisi Sidoarjo, telah resmi mendapatkan hak cipta. Yakni, udeng pacul gowang, seni tari banjar kemuning, dan musik patrol. Artinya, ketiganya sudah diakui asli milik Sidoarjo. Ketiganya tercatat dalam daftar inventaris Kekayaan Intelektual Komunial (KIK) Ekspresi Budaya Tradisional.
Sertifikat hak cipta dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) diberikan kepada Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo dalam acara Anugerah Pesona Indonesia di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa (30/11) kemarin.
Kepala Disporapar Pemkab Sidoarjo Djoko Supriyadi mengungkapkan, sejak lama pihaknya mendaftarkan tiga seni budaya khas Sidoarjo itu agar diakui hak ciptanya. Dengan demikian, jika di waktu mendatang ada klaim dari pihak atau daerah lain, Sidoarjo bisa menyangkalnya.
Tari banjar kemuning asli Sidoarjo tersebut, tahun ini juga berhasil meraih penghargaan dalam Anugerah Pesona Indonesia (API). Banjar kemuning menjadi atraksi wisata budaya terpopuler ranking kedua. Selain tarian banjar kemuning, Sidoarjo juga menyeratkan udeng pacul gowang ke API. ’’Untuk yang udeng pacul gowang masuk ranking keempat nasional kategori cenderamata terpopuler,’’ terang Djoko.
Photo
Udeng pacul gowang (kiri) dan seni musik patrol juga telah terdaftar milik Sidoarjo (Firma Zuhdi/Jawa Pos
Penghargaan diterima Sidoarjo dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di Musi Banyuasin, Selasa (30/11) malam. Bukan kali ini saja Sidoarjo mendapatkan apresiasi di API. Pada 2017 lalu, Sidoarjo juga mendapatkan penghargaan serupa berkat lumpur Sidoarjo yang menjadi destinasi terunik ketiga di Indonesia.
Lalu, pada 2018, kampung tas dan koper Tanggulangin juga berhasil menjadi wisata belanja terpopuler kedua se-Indonesia. Pada 2019, Pulau Lusi berhasil meraih predikat sebagai pulau ekowisata terpopuler kedua se-Indonesia. ’’Untuk 2020 tidak ada karena masa pandemic Covid-19. Nah, tahun ini kita ikutkan dua. Alhamdulillah juga mendapatkan penghargaan,’’ ujar Djoko.
Dari penghargaan tersebut, Djoko menilai destinasi wisata di Sidoarjo sangat kompetitif. Potensi wisata dan kelengkapannya patut dibanggakan. Meski, Sidoarjo belum punya wisata alam. ’’Tentu tidak berhenti di sini, pengembangan terus dilakukan agar semakin dikenal,’’ kata Djoko.
Tindak lanjutnya, festival budaya bakal digelar. Tujuannya, makin mengenalkan budaya dan tempat wisata Sidoarjo. Namun, event besar masih menunggu situasi kondusif pascapandemi. Upaya promosi juga terus dilakukan seperti menampilkan tari banjar kemuning di tiap kegiatan, pemakaian udeng di acara-acara yang ada di Sidoarjo, hingga berbagai kompetisi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
