
Photo
JawaPos.com- Pemkot Surabaya terus mematangkan konsep transportasi publik. Tahun depan uji coba feeder mulai berjalan. Nanti angkutan tersebut berfungsi sebagai perantara penumpang yang hendak naik Suroboyo Bus (SB).
Menurut Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Pemkot Surabaya Sunoto, uji coba feeder dilaksanakan bertahap. Pada tahap awal, angkutan pengumpan itu akan beroperasi di tiga rute terlebih dahulu. ”Pemilihan rute feeder sudah kami tentukan,” jelasnya.
Tiga rute tersebut merupakan lintasan lin di Surabaya. Yakni, rute lin V, DA, serta O. Sunoto menyebut, pemilihan tiga jalur angkutan itu bukan tanpa pertimbangan. Dari hasil telaah dishub, tiga rute tersebut masih ramai penumpang.
Tidak hanya memilih rute feeder. Dishub juga menetapkan wujud angkutan perantara tersebut. Gagasan awal, lin dan angkutan kota yang saat ini sepi penumpang dioptimalkan. Kendaraan tersebut dijadikan feeder.
Seiring perjalanan waktu, ada perubahan bentuk feeder. Dishub berupaya menyediakan angkutan pengumpan yang memiliki kapasitas besar serta nyaman bagi penumpang. Pilihan itu jatuh pada microbus atau van.
Sunoto menyatakan, van memiliki keunggulan. Interior mobil tersebut nyaman. Selain itu, daya tampung kendaraan besar. Bisa mengangkut penumpang lebih banyak daripada angkot. ”Kapasitasnya 12–16 kursi penumpang,” tuturnya.
Penyediaan microbus itu dimulai tahun depan. Jumlah van yang dibutuhkan mencapai 36 unit. Nanti kendaraan tersebut melayani tiga rute uji coba feeder. ”Konsep penyediaan van sama seperti BTS. Yakni, membeli pelayanan,” terangnya.
Pengaturan juga menyentuh pembayaran tiket. Transaksi sepenuhnya akan menggunakan e-money. Baik QRIS maupun metode lain. ”Yang pasti, kami memberikan pelayanan paling mudah bagi masyarakat. Dengan kualitas yang lebih baik dan manajemen waktu yang tertata,” katanya.
Selain kebutuhan kendaraan, sarana lain juga disiapkan. Yakni, halte bagi feeder. Tempat itu berfungsi menurunkan dan mengangkut penumpang. Dari perhitungan, dishub harus menyediakan 223 titik halte feeder.
Dia berharap program peremajaan dan modernisasi sistem transportasi publik itu akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Bila minat orang untuk menggunakan angkutan umum tinggi, imbasnya pada kelancaran lalu lintas di jalan.
Meski demikian, Sunoto mengatakan bahwa saat ini kebutuhan anggaran untuk merealisasikan program itu masih dihitung. ”Berapa kebutuhan pastinya. Masih kami bahas,’’ ujarnya.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
