
BUNTU: Rumah M. Ridwan di Jalan Rungkut Menanggal masih tertutup tembok milik para tetangganya.
JawaPos.com – Musyawarah tiga keluarga yang berselisih paham berjalan lancar Senin (1/11). Mediasi yang berlangsung selama tiga jam itu sementara menyelesaikan kasus penutupan akses jalan di Rungkut Menanggal Nomor 32, RT 5, RW 1.
Hasil mediasi yang difasilitasi camat Gunung Anyar dan Polrestabes Surabaya itu membuahkan mufakat. Intinya, keluarga Thoif bersedia menghentikan pembangunan rumah dan memberikan akses jalan kepada keluarga M. Ridwan. Langkah serupa ditempuh keluarga Azizah yang juga menutup jalan.
”Sudah ada solusi. Kami akan buat akses jalan seperti semula meski nggak selebar sebelumnya ya,” kata salah seorang perwakilan keluarga Thoif yang enggan menyebutkan namanya. Dia menambahkan, pembangunan rumah tambahan juga akan dihentikan sementara waktu.
Terpisah, M. Ridwan, pemilik rumah yang aksesnya sempat terblokade, bersyukur atas mediasi itu. Menurut dia, hasil musyawarah tersebut memutuskan untuk membuka akses di depan rumahnya di Jalan Rungkut Menanggal Nomor 32, RT 5, RW 1, selebar 60 sentimeter dan delapan bulan ke depan selebar 1 meter.
”Kami sama-sama legawa. Untuk sementara akses darurat akan dibuka yang di depan rumah kami. Untuk sebelah rumah juga tidak akan ditutup,” tuturnya setelah musyawarah berlangsung.
Dengan hasil musyawarah tersebut, pihaknya dapat mengakses jalan, baik yang sisi timur maupun selatan. Sementara itu, Camat Gunung Anyar Maria Agustin Yuristina menjelaskan bahwa semua pihak, termasuk keluarga Thoif dan keluarga Azizah, bersepakat untuk membuka akses.
Menurut dia, keluarga Ridwan sejatinya tak terisolasi hanya akses tertutup bangunan yang didirikan keluarga Thoif. ”Semua akan membuka akses ya. Dan bukan terisolasi loh ya, hanya akses keluar depan rumah tertutup itu saja. Jadi, sudah klir ini,” jelasnya.
Maria mengatakan, pembuatan akses jalan bagi keluarga Ridwan dipastikan dilakukan hari ini (2/11). Meski begitu, pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses pembukaan akses tersebut dengan tetap menjunjung tinggi rasa kebersamaan dan kekeluargaan. Pihaknya bersama forum pimpinan kecamatan dan kelurahan akan memonitor secara langsung proses pembukaan akses.
Wakil Wali Kota Surabaya Armudji juga sempat mengunjungi kediaman Ridwan yang aksesnya tertutup. Dia berharap permasalahan itu dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan mengedepankan semangat gotong royong. ”Masalah seperti ini harus dapat diselesaikan. Saya tidak ingin toleransi di Kota Surabaya terdegradasi,” ujarnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
