
ILUSTRASI - BUDIONO/JAWA POS
JawaPos-com- Korban tenggelam di Kalimas, Surabaya, akhirnya ditemukan Senin (1/11) pagi kemarin. Meninggalnya Dimas Ariyanto menambah daftar anak yang tenggelam. Antisipasi bertambahnya jumlah korban, sebenarnya sudah dilakukan badan penanggulangan bencana (BPB) linmas. Salah satunya, membentuk tim susur pengawasan sungai.
Berdasar data BPB Linmas Pemkot Surabaya per Januari sampai kemarin (1/11), terdapat lima korban tenggelam di Surabaya. Dua di antaranya terjadi di Kalimas. Bahkan, kejadiannya tak kurang dari sebulan. ”Korban lebih banyak dari kalangan anak-anak dan remaja,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPB Linmas Surabaya Yeri Purwanto.
Menurut dia, rata-rata korban tenggelam itu adalah mereka yang sedang bermain di tepi kali. Sama halnya yang terjadi beberapa minggu sebelumnya. Lokasinya juga tak jauh dari korban Dimas ditemukan. ”Bedanya, proses evakuasi kejadian minggu lalu bisa dengan cepat. Sedangkan, kejadian terakhir butuh waktu kurang lebih 17 jam,” lanjutnya.
Sejauh ini, Kalimas kerap menjadi langganan tempat orang tenggelam. Dengan kondisi tersebut, BPB linmas telah melakukan sejumlah antisipasi. Mulai memasang rambu larangan aktivitas di tepi sungai hingga membentuk tim khusus. ”Yakni, tim susur sungai. Petugas gabungan dari BPB linmas dari satpol PP ini memiliki tugas menyusuri beberapa kawasan. Salah satunya di sepanjang Kalimas,” imbuhnya.
Yeri menjelaskan, tim tersebut bertugas menghalau siapa saja yang beraktivitas di tepi sungai. Mulai memancing hingga aktivitas lainnya. Terutama anak-anak. Sebab, hal tersebut rentan menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan. Terlebih, tidak semuanya bisa berenang dengan baik. ”Tim susur sungai setiap hari terus patroli,” terangnya.
Jadi, lanjut Yeri, jika taat, sebetulnya mereka sudah mengerti yang harus dilakukan. Apalagi, rambu larangan mandi atau mancing di Kalimas sudah dipasang di mana-mana. ”Tapi, kembali lagi ke individunya karena petugas juga tidak 24 jam menjaga di lokasi tersebut,” ucapnya.
Komandan Tim Pencarian Korban Basarnas Surabaya Octavino menuturkan, evakuasi pencarian dilakukan oleh semua elemen. Mulai TNI-AL, basarnas, linmas, satpol PP, PMK, hingga beberapa komunitas rescue lainnya. Korban ditemukan sekitar pukul 09.15. Tepatnya setelah dilakukan penyelaman di black water. ”Kondisi air keruh memang menjadi kendala tim sejak Minggu sore,” terangnya.
Berdasar data Basarnas, jumlah korban tenggelam di Jatim per November cukup tinggi. Yakni, mencapai 76 jiwa. Sebagian besar adalah anak-anak. ”Rata-rata mereka awalnya bermain dan mencari ikan,” kata Octavino.
Sementara itu, Ketua Tim KT (Komunitas Tanggap) Rescue Surabaya Bambang Hadi Purnomo menambahkan, pencarian korban kadang terkendala lumpur dan arus. Misalnya, yang terjadi di Kali Jagir tahun kemarin.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
