
Photo
JawaPos.com- Miftakhul Firman Ferdiansyah Efendi bersyukur dan senang bukan main. Sabtu (30/10), pemuda asal Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu, Gresik, itu ditetapkan sebagai juara I dalam Festival Dai Milenial tingkat Jawa Timur. Kompetisi itu digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik.
Salah satu poin plus penampilan pemuda 18 tahun itu adalah ketika berceramah sambil membawa boneka kayu. Dia menyebut boneka itu si bocil (bocah cilik). Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) tersebut juga tidak meninggalkan local wisdom. Bersarung dengan simbol wayang.
“Tidak menyangka dapat juara satu. Saya melihat, lawannya di final berat semua. Beberapa di antaranya sudah kerap ketemu dalam setiap kesempatan lomba. Saya sering kalah. Alhamdulillah, dengan membawa si bocil saat tampil, akhirnya menang,” katanya dihubungi Jawa Pos, Sabtu (30/10).
Tampil dalam lsejumlah omba bagi Miftakhul memang bukan hal baru. Saat di bangku SMAN 1 Sidayu, beberapa piala juga pernah diraih. ‘’Semoga bisa menginspirasi teman-teman yang lain agar kita tidak meninggalkan budaya santri dan budaya nusantara,’’ ungkapnya.
Juara kedua, Faridah Ariani, mahasiswi asal Cerme, Gresik, yang sedang belajar di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir. Lalu, juara ketiga adalah Muhammad Zayyinul Alami Hakim, mahasiswa asli Kediri yang menempuh studi di Universitas Negeri Malang.
“Saya batuk dan pilek. Tadi agak susah mengatur nafas saat tampil. Tapi, tetap bersyukur dan puas dengan hasil yang didapatkan,” ujar Zayyinul yang juga sudah sering menjuarai lomba dai tersebut.
Dalam babak final Festival Dai Milenial tingkat Jatim ini diikuti enam peserta. Selain ketiga nama juara tersebut, tiga peserta lainnya adalah Fathul Ikhsan (asal Banyuwangi, dari Kampus IAI Darusalam), Syaiful Aris dan Mahdin (utusan Ponpes Bahrul Ulum Tambak Beras, Jombang), dan Ainul Hariroh (dari Sangkapura, Bawean).
Bertindak sebagai dewan juri Prof Dr Ali Azis (guru besar UIN Sunan Ampel), Dr Abdul Chalik (dosen Fisipol UIN Sunan Ampel), dan Wida Subianto (praktisi komunikasi). ‘’Di usia yang masih muda, penampilan mereka sudah luar biasa.Terus lebih banyak membaca dan membaca lagi, dan jangan selalu kenali siapa audien kalian,’’ saran Prof Ali Aziz.
Ketua MUI Gresik KH Moh. Mansoer Shodiq menyatakan, kegiatan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional 2021 itu bagian ikhitiar mencari bibit-bibit unggul para dai dari kalangan milenial.
Dikatakan, dunia sudah masuk era digital. Karena itu, butuh kader-kader muda yang bukan hanya menguasai keagamaan, melainkan juga paham dengan digital content. Harapannya, penyebaran dakwah Islam itu makin diterima dan terus berkembang seiring perkembangan zaman.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
