Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 September 2021 | 20.48 WIB

Pemakaman dengan Prokes di Surabaya dari 40 Kali Jadi Sekali Sehari

AYO WASPADA COVID-19: Ambulans mengantre untuk menurunkan jenazah di krematorium milik Pemkot Surabaya. Pengiriman jenazah terus meningkat. (Robertus Risky/Jawa Pos) - Image

AYO WASPADA COVID-19: Ambulans mengantre untuk menurunkan jenazah di krematorium milik Pemkot Surabaya. Pengiriman jenazah terus meningkat. (Robertus Risky/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemakaman jenazah dengan protokol kesehatan di TPU Babat Jerawat dan TPU Keputih semakin sedikit. Kondisi tersebut linier dengan penurunan kasus Covid-19 di Surabaya yang masuk level 1 berdasar indikator asesmen dari Kementerian Kesehatan.

Kepala UPTD Pemakaman Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya Aswin Agung memaparkan, ada tujuh jenazah yang dimakamkan dengan protokol kesehatan di TPU Babat Jerawat hingga 9 September. Sementara itu, pemakaman di TPU Keputih 31 orang dan kremasi di krematorium 3 orang.

”Benar. Pemakaman dengan protokol kesehatan sudah turun,’’ ujar Aswin Sabtu (18/9).

Di TPU Babat Jerawat, dalam sehari hanya ada satu jenazah yang dimakamkan dengan protokol kesehatan. Kadang tidak ada sama sekali seperti pada 6 dan 9 September. Sementara itu, di TPU Keputih, dalam kurun 1–9 September paling banyak dalam satu hari tujuh orang yang dimakamkan dengan prokes.

”Saya, alhamdulillah, bersyukur sekali kondisi di Surabaya makin membaik,’’ kata Kepala TPU Babat Jerawat Hartono.

Hal itu jauh berbeda dengan kondisi pada Juli lalu. Saat itu, Hartono pernah mengoordinasikan pemakaman dengan protokol kesehatan hingga puluhan jenazah. Dalam sehari, ada 35–40 jenazah Covid-19 yang dimakamkan.

Beberapa petugas dari DKRTH Surabaya juga diperbantukan di TPU Babat Jerawat kala itu. Kemudian, memasuki Agustus, kematian akibat Covid-19 berangsur menurun. Lama-lama, bantuan petugas dari DKRTH ditarik karena sudah tidak terlalu dibutuhkan.

Hartono berharap kondisi Surabaya semakin baik. Meski saat ini Surabaya sudah dalam status zona kuning, protokol kesehatan harus tetap ditaati.

”Saya minta tolong sekali kepada masyarakat agar jaga kesehatan dan jangan sampai kena Covid-19. Soalnya, kalau banyak yang sakit, terus banyak yang meninggal, saya dan teman-teman di TPU itu lelah sekali,’’ imbuhnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore