
Seorang warga Surabaya mendonorkan plasma konvalesen di UTD PMI Surabaya. Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur mengungkapkan adanya sejumlah informasi dugaan penyalahgunaan plasma konvalesen yang dijadikan ajang bisnis dan penipuan.
"Terakhir ada informasi (plasma konvalesen) ternyata menjadi ajang bisnis, inilah yang barangkali menyimpang dari misi kemanusiaan. Informasi kami terima, ada penipuan sudah ditransfer terus kemudian donor tidak ada," ujar Sekretaris PMI Jatim Edi Purwinarto dikonfirmasi di Surabaya.
Ia mengaku baru-baru ini menerima pesan singkat melalui WhatsApp berisi brosur yang menawarkan plasma konvalesen dengan harga yang dipatok terbilang sangat fantastis.
"Saya juga membaca ada tawaran Rp20 juta per kantong plasma konvalesen, ditawari brosur," ucap mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur tersebut.
Terhadap persoalan penipuan, Edi tak menyebut rinci, hanya pihaknya telah mendapatkan informasi, seperti halnya ada warganet yang curhat kalau pelaku penipuan plasma konvalesen sering memanfaatkan media sosial.
Sementara itu, Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur Kombes Polisi Farman mengatakan Subdit V Siber telah bergerak untuk melakukan patroli siber di media sosial. "Kami dari Ditreskrimsus Polda Jatim melakukan patroli siber di media sosial," kata perwira menengah Polri tersebut.
Supaya lebih mudah mengungkap kasus ini, Kombes Pol Farman mengajak masyarakat yang menjadi korban segera melaporkan ke polisi.
Ia berpesan agar tidak mudah percaya jika ada pihak yang membantu mendonorkan plasma konvalesen, namun meminta tebusan uang dengan jumlah fantastis. "Kami imbau masyarakat harus hati-hati jika ada pendonor yang meminta sejumlah uang dan laporkan jika menemui modus penipuan ini," tutur mantan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya tersebut. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022