Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Juli 2021 | 01.44 WIB

Eri Minta Warga Tak Lama-Lama Nongkrong, Pengusaha Warkop Sambat

Sejumlah warga Surabaya bersantai di depan kedai kopi di Jalan Tunjungan. Alfian Rizal/Jawa Pos - Image

Sejumlah warga Surabaya bersantai di depan kedai kopi di Jalan Tunjungan. Alfian Rizal/Jawa Pos

JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi minta warga yang ingin nongkrong atau makan di warung untuk tidak berlama-lama. Warga hanya boleh menghabiskan waktu selama 20 menit.

Permintaan itu sesuai dengan aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 yang diperpanjang hingga 2 Agustus. Sebelumnya warga dilarang dine in atau makan di tempat. Saat ini, warga diperolehkan makan di tempat, namun durasinya dibatasi.

”Yang beda ketika warkop, tempat makan, itu menerapkan prokes dan boleh makan di tempat 3 orang, tapi waktunya 20 menit,” kata Eri pada Selasa (27/7).


Untuk pasar bahan non pokok juga bisa buka kembali. Namun dengan pembatasan jumlah orang di satu lokasi. ”Sebenarnya sudah diatur pemerintah pusat, level 4 itu seperti apa, sudah diatur. Sehingga semua pihak, kepala daerah yang sudah masuk dalam level 4, berdasar ketentuan dari pemerintah pusat, ya kita harus mengikuti peraturan yang ada di dalam mendagri itu yang kita jalankan,” terang Eri.

Untuk pasar, tetap dibuka dengan pembatasan warga sebanyak 25 persen. ”Terus ada pasar yang tidak kebutuhan sehari-hari bisa dibuka jumlahnya 25 persen sampai pukul 20.00 WIB. Nanti kita tuangkan dalam surat edaran wali kota sesuai dengan intruksi menteri dalam negeri,” jelas Eri.

Sedangkan  untuk mal, wali kota menyebut masih tutup. Tetapi untuk tempat makan di dalam mal tetap bisa buka dengan sistem take away. ”Mal masih tutup, kemarin juga disampaikan. Dalam aturan mendagri tutup. Tapi untuk tempat makan dalam mal bisa buka dengan sistem take away,” ujar Eri.

Namun, pihaknya masih mendalami penggunaan lapangan. ”Olahraga yang tidak bersentuhan boleh dilakukan seperti tenis meja. Tenis lapangan, tapi kita masih mendalami lagi,” kata Eri.

Selama PPKM, alumnus SMAN 21 Surabaya itu memastikan, warga Surabaya akan tetap diberi bantuan. Tidak hanya dari pemkot, namun juga dari swasta maupun kementerian sosial.

”Tidak berlanjut atau berlanjut level 4, ketika kita ada anggaran dan itu ada yang terdampak, kita dapat titipan bantuan dari warga Surabaya yang mempunyai kelebihan rezeki, tetap kita akan lakukan terus (bantuan). Karena bantuan juga diberikan oleh kemensos, Pemkot Surabaya. Ini kan kita berikan kepada mereka yang terdampak. Ada yang di-PHK, ada yang nggak bisa melanjutkan pekerjaan. Jadi kita berikan bansos itu,” ujar Eri.

Menanggapi hal itu, Akhmad Miftachul Ulum atau yang akrab disapa Cak Ulum, Juru Bicara Paguyuban Warkop Surabaya-Raya mengatakan, pihaknya masih menaati peraturan pemerintah pusat selama pelaksanaan PPKM level 4. ”Sebelum ada PPKM darurat kita buka sampai jam 22.00 saja pendapatan turun 50 persen apalagi sekarang cuma sampai jam 20.00, nggak tahu nanti pendapatan turun berapa. Kita serahkan ke Allah SWT,” ujar Cak Ulum.

Ke depannya, Cak Ulum berharap Pemerintah Kota Surabaya memperhatikan sektor ekonomi. Dia berharap agar warkop bisa segera buka kembali dengan normal.

”Kalau buka dengan kondisi seperti ini, kami bisa menyerah. Modal usaha bisa habis untuk kebutuhan harian keluarga kita. Sehingga nggak bisa gaji pegawai. Muncul banyak pengangguran di Surabaya. Tapi kami berharap semoga Covid-19 di Surabaya bisa segera berakhir,” tutur Cak Ulum.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore