Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Juni 2021 | 23.35 WIB

Ijazah Palsu Dibuat Sesuai Pesanan

LINTAS PULAU: Polda Jatim merilis pelaku dan barang bukti pemalsuan ijazah pada Selasa (22/6). (Dipta Wahyu/Jawa Pos) - Image

LINTAS PULAU: Polda Jatim merilis pelaku dan barang bukti pemalsuan ijazah pada Selasa (22/6). (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

JawaPos.com - Polda Jatim terus mengembangkan penyidikan kasus komplotan pembuat ijazah palsu. Komplotan tersebut membuat dokumen sesuai pesanan. Ijazah yang dipalsukan tidak hanya berasal dari sekolah atau universitas tertentu. ’’Lintas provinsi juga,” kata Kasubdit Siber Polda Jatim AKBP Wildan Alberd, Rabu (23/6).

Wildan menjelaskan, jajarannya sempat menemukan file logo sebuah kampus negeri ternama di Malang. Logo itu ditemukan dari komputer Bagus Prasetyo, tersangka yang berperan sebagai pembuat ijazah palsu. ’’Mau dibuat, tetapi keburu tertangkap,” jelasnya.

Berdasar pendalaman, pemuda 26 tahun itu tidak hanya menjadikan satu almamater sebagai target ijazah palsu. Bagus pernah membuat ijazah palsu dari kampus lain.

Menurut Wildan, ijazah palsu buatan Bagus tidak mengenal ruang. Bagus bisa memalsukan ijazah dari mana pun. ’’Jadi, bergantung peminatnya mau ijazah apa dan dikeluarkan kampus mana,” ujarnya.

Bukan hanya instansi pendidikan di Pulau Jawa, melainkan juga tempat lain. ’’Dia pernah dapat pesanan ijazah SMA dari Palembang,” paparnya.

Bagus punya trik khusus untuk mencari peminat. Warga Tanah Kali Kedinding, Kenjeran, itu tidak membebani peminatnya untuk menyerahkan uang muka. ’’Modal saling percaya saja,” kata Wildan.

Orang yang berminat dengan ijazah palsu diminta menyerahkan data diri. Termasuk almamater yang diinginkan sebagai penerbit ijazah.

Data itu selanjutnya diolah. Bagus mendesain ijazah palsu dengan sebuah aplikasi. ’’Sampai tahap itu, pembeli belum mengeluarkan uang sama sekali,” jelasnya.

Ijazah palsu yang sudah jadi selanjutnya dikirim ke alamat pemesan. Bagus memakai jasa ekspedisi dengan sistem pembayaran cash on delivery (COD). ’’Pembeli baru bayar setelah ijazah jadi dan sampai di tangan,” ucap polisi dengan dua melati di pundak itu.

Baca Juga: RT, RW, Lurah, dan Camat, Wajib Data Warga Surabaya yang Toron

Dengan sistem transaksi tersebut, tersangka mendapat banyak pembeli. Sebab, peminat merasa tidak akan tertipu.

Seperti diberitakan, Subdit Siber Polda Jatim membongkar praktik penjualan ijazah palsu. Selain menangkap Bagus, polisi meringkus Mohamad Wardi, makelar ijazah palsu buatan Bagus. Diketahui, keduanya sudah menjual 89 lembar ijazah abal-abal.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore