
Guru di SMPN 4 Surabaya menunjukkan buku yang dirilis pada Hari Jadi Kota Surabaya. Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–Ada banyak cara merayakan Hari Jadi Kota Surabaya ke-728 yang jatuh pada Senin (31/5). Salah satunya dilakukan Komunitas Begandring Soerabaia. Mereka turut mengundang Wakil Wali Kota Surabaya Armuji dalam diskusi sejarah.
Diskusi tersebut bertajuk Menggugat Hari Jadi Kota Surabaya. Rencananya, Armuji hadir didampingi beberapa sejarawan. Mereka membahas soal tanggal resmi hari jadi Kota Surabaya.
Nanang Purwono dari Komunitas Begandring Soerabaia menjelaskan, diskusi itu menjadi yang pertama kali dilakukan antara sejarawan dengan Pemerintah Kota Surabaya. Sebelumnya, pada 45 tahun lalu, tepatnya pada 1975, Wali Kota Soekotjo menerima masukan dari para sejarawan.
”Sejarawan sejak dulu mempertanyakan dan mencari jawaban soal tanggal resmi hari jadi Kota Surabaya. Sebab, menurut kajian dan penelitian kami, tanggal hari jadi Surabaya bukan 31 Mei 1294, tapi 1 April 1906,” tutur Nanang.
Dia menyatakan, kajian itu sudah dilaksanakan sejak 1975. Saat itu, sejarawan pada masa kepemimpinan Wali Kota Soekotjo sudah melakukan penelitian.
”Pada tahun yang sama itu, DPRD mengkaji melalui panitia khusus (pansus) yang rapat berkali-kali. Akhirnya ada 4 usul tanggal,” tutur Nanang.
Dari pilihan tanggal itu, DPRD Kota Surabaya menetapkan pada 8 Maret 1975, Hari Jadi Kota Surabaya ditetapkan pada tanggal 31 Mei.
”Dalam SK itu ada klausul bilamana di kemudian hari ada penanggalan yang lebih nyata, bisa diganti. Jadi 13 Mei 1293 bisa diganti. Wali kota saat itu menetapkan 31 Mei 1975,” tutur Nanang.
Setelah itu, belum ada pemerintah atau wali kota yang mau mendengarkan dan memahami ketetapan tanggal tersebut. Sehingga, diskusi tersebut merupakan kali pertama pertemuan antara pemerintahan eksekutif dengan sejarawan.
”Harapannya supaya warga Surabaya ngeh (mengerti) sama sejarah kota. Yang dihadirkan ya wakil pemerintah, wakil DPRD, dan wakil warga. Diskusi ini ada dasarnya. Faktanya ada. Mendatangkan arkeolog. Nggak subyektif dan cuma menuntut,” kata Nanang.
Tidak hanya Komunitas Begandring Soerabaia yang merayakan HUT Surabaya. SMPN 4 Surabaya juga punya cara tersendiri dalam merayakan dengan merilis 2 buku. Buku-buku tersebut ditulis guru dan siswa. Diproses selama kurang lebih 2 bulan, buku itu mengumpulkan ratusan tulisan.
”Namun hanya 80 tulisan yang diunggah. 40 di antaranya ada di E-Book Surat untuk Wali Kota. 30-an di antaranya ada di buku berjudul Wani Junjung Kota Surabaya,” jelas Rita Ani Pudjiastuti, salah satu penggagas yang juga Guru Bahasa Indonesia.
Kepala SMPN 4 Surabaya Kelik Sachroen menjelaskan, dua buku tersebut merupakan launching ke-7 dan ke-8 yang sudah dilaksanakan. ”Buku pertama berjudul Wani Junjung Kota Surabaya, ditulis seluruh guru tentang upaya mengajar di tengah pandemi. Sementara untuk e-Book berjudul Surat untuk Wali Kota, ditulis 500 siswa. Namun hanya 40 yang terpilih,” terang Kelik.
Usai launching, buku bisa diakses dan dibeli masyarakat umum melalui aplikasi e-commerce, website dan sosmed. Per buku bisa didapatkan dengan harga Tapi 50 ribu.
Alasan merilis buku, menurut Kelik, karena sekolahnya selalu aktif merilis buku yang ditulis siswa dan guru. Sehingga, tema itu dipilih untuk merayakan Hari Jadi Kota Surabaya.
”Kami berpikir pada Mei ini ada kegiatan peringatan besar. Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), dan HJKS ke-728. Lalu tiga kegiatan itu diperingati dengan membangkitkan literasi. Temanya Wani Bangkit Junjung Suroboyo. Berupa tulisan guru dan pengalaman saat pandemi. Ini jadi motivasi anak semangat belajar. Kalau nanti masuk, bisa ketemu lagi untuk PTM (pembelajaran tatap muka),” tutur Kelik.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
