Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Februari 2021 | 23.05 WIB

Meski Harga Turun, Emas Antam Masih Jadi Pilihan Investasi di Surabaya

Ilustrasi Emas ANTAM. (Frizal/Jawa Pos) - Image

Ilustrasi Emas ANTAM. (Frizal/Jawa Pos)

JawaPos.com - Beberapa hari ini tren harga emas dunia menurun. Bahkan, awal pekan ini logam mulia Antam dibuka dengan harga Rp 930 ribu per gram. Meski begitu minat orang untuk membeli masih besar. Dari pantauan terlihat antrean tiap harinya di dua Butik Emas Antam di Surabaya.

Menurut salah seorang nasabah langganan Emas Antam, Wahyudi, hal ini disebabkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap investasi emas ’’Saya selalu membeli emas dari PT Antam,’’ kata wiraswasta UMKM di Surabaya yang mengaku sudah lebih dari lima tahun investasi emas tersebut.

Dikatakan Wahyudi, ada alasan yang membuat dirinya selalu memilih Antam jika membeli emas. ’’Yang pertama, Antam adalah perusahaan pelat merah. Milik negara. Jadi, jika ada apa-apa, pasti tidak akan membohongi,’’ terangnya. ’’Selain itu, ini kan milik negara, jadi ya sama aja dengan membantu negara,’’ imbuhnya.

Dia mengaku bahwa kepercayaannya terhadap Antam tidak pernah berubah. ’’Sepanjang pengalaman saya lebih dari lima tahun, tidak pernah ada masalah,’’ ucapnya. Apalagi, dia mengaku adalah orang yang cukup realistis dalam membeli emas PT Antam.

’’Sebelum berangkat, saya ngecek dulu harga emas di website resmi PT Antam. Di situ patokan saya,’’ katanya. ’’Saya tak pernah berangkat jika belum tahu patokan harganya,’’ sambungnya. Sepanjang pengalamannya, tidak pernah ada perbedaan antara harga resmi di website dengan banderol yang ada di toko. ’’Semuanya selalu sama,’’ terangnya.

Makanya, dia heran ketika sampai ada kabar diskon-diskon. ’’Ya, namanya orang pasti ya bakal tergoda kalau ada diskon. Tapi, kalau di emas, menurut saya ya tidak masuk akal,’’ terangnya. Baginya, jika ada diskon emas dalam jumlah besar, patut dicurigai itu adalah penipuan.

Hal serupa juga diucapkan oleh Zia Ul-Haq. Dia ingat betul, dulu pada awal pandemi Covid-19 sempat muncul demam emas. Harga emas naik, tapi ada banyak pre order yang menurut saya tidak masuk akal. Biasanya, dengan mencatut nama orang dalam lah.

Pernah, dia mengecek dan ada satu penjual yang menjual harga emas Rp 400 ribu per gram. Padahal, harga patokan saat itu mencapai Rp 800 ribu per gram. ’’Karena saya punya komunitas, akhirnya saya beri edukasi soal investasi emas. Kalau jauh seperti ini pasti ada apa-apa,’’ terangnya.

Baca Juga: 30 Lagu Diaransemen Ulang, Rhoma Irama Gugat Rp 1 Miliar

Menurutnya, langkah yang paling aman untuk membeli emas adalah dengan harga normal di tempat yang terpercaya. Misalnya, dengan langsung ke butik logam mulia. Baginya, emas adalah sebuah program keluarga untuk persiapan pendidikan, anak, dan pensiunnya.

’’Jadi ya harus terpercaya betul. Bagi saya, emas ini seperti tanah. Bedanya, bisa dibeli dengan satuan yang sangat kecil, sehingga lebih terjangkau,’’ kata pria yang bekerja sebagai guru di sebuah sekolah di Surabaya tersebut.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=GXC63O-NWbc

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore