Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 Desember 2020 | 22.06 WIB

Antisipasi Kerumunan, Fokus Polrestabes Surabaya Jaga Titik Perbatasan

Dengan kostum Hanoman, Harris Rizky mengedukasi pentingnya menggunakan masker dan menjaga protokol kesehatan kepada anak-anak di Tempat Pemakaman Umum Rangkah Surabaya. Rafika Yahya/JawaPos.com - Image

Dengan kostum Hanoman, Harris Rizky mengedukasi pentingnya menggunakan masker dan menjaga protokol kesehatan kepada anak-anak di Tempat Pemakaman Umum Rangkah Surabaya. Rafika Yahya/JawaPos.com

JawaPos.com–Polrestabes Surabaya mulai melakukan pengamanan libur Natal dan tahun baru (Nataru). Polrestabes menyiagakan 670 personel gabungan terdiri atas TNI, Dishub, Satpol PP, dan Linmas.

Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo mengatakan, dalam perayaan Nataru kali ini, pihaknya mengerahkan 455 personel. Jumlah tersebut belum ditambah personel dari instansi lain.

”Total ada 670 personel dari Polri, TNI, Dishub, Linmas dan Satpol PP. Kalau murni dari Polri sebanyak 455 personel,” ujar Hartoyo.

Pengamanan tersebut dibagi dalam beberapa titik. Sebagai antisipasi utama, pihaknya fokus di titik perbatasan. Titik-titik tersebut ditandai dengan pos pelayanan dan pengamanan.

”Pos pengamanan di batas kota. Ada lima titik. Totalnya ada total 10 pos pengamanan. Ada juga 11 pos pelayanan. Kemudian ada juga pos pantau yang sifatnya tidak tetap antara pukul 08.00 hingga 18.00. Tapi kalau Posyan dan Pos PAM itu 24 jam,” jelas Hartoyo.

Dia menegaskan, pos pengamanan Nataru tidak hanya fokus untuk mengamankan kamtibmas, namun juga mengedepankan disiplin protokol kesehatan. Sebab, pandemi Covid-19 masih belum berakhir.

”Masih dalam upaya penanggulangan Covid-19, pos pengamanan juga difokuskan untuk protokol kesehatan,” sebut Hartoyo.

Ketika ditanya soal aksi sweeping menjelang perayaan Natal, Hartoyo mengatakan, tahun ini tidak ada. Pihaknya akan fokus mengamankan ibadah.

”Kita pastikan saudara-saudara kita yang merayakan Natal dapat melaksanakan ibadah dengan khidmat. Kemudian aman dan tanpa gangguan,” ucap Hartoyo.

Untuk pencegahan kerumunan pada malam pergantian tahun, Hartoyo mengatakan, Polrestabes Surabaya akan mengadakan razia serta patroli. Keduanya akan dilakukan secara berkala.

”Sudah ada imbauan. Sudah kerja sama dengan forkopimda juga. Kemudian ditegaskan Pak Kapolres tidak boleh ada perayaan malam tahun baru. Silakan lakukan refleksi diri di rumah masing-masing,” tutur Hartoyo.

Soal larangan penjualan trompet dan kembang api, Hartoyo mengungkapkan, penindakan hukum akan dilakukan.

”Sudah diimbau untuk tidak menjual. Kalau menjual, akan kita razia dan lakukan penindakan hukum. Karena sifatnya kalau ada pesta kembang api, trompet, dan lain-lain itu menimbulkan kerumunan. Kita melakukan pencegahan. Kita akan lakukan operasi penindakan kepada penjual trompet dan kembang api,” kata Hartoyo.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=uHugfGt8Ug4

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore