
Dengan kostum Hanoman, Harris Rizky mengedukasi pentingnya menggunakan masker dan menjaga protokol kesehatan kepada anak-anak di Tempat Pemakaman Umum Rangkah Surabaya. Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–Polrestabes Surabaya mulai melakukan pengamanan libur Natal dan tahun baru (Nataru). Polrestabes menyiagakan 670 personel gabungan terdiri atas TNI, Dishub, Satpol PP, dan Linmas.
Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo mengatakan, dalam perayaan Nataru kali ini, pihaknya mengerahkan 455 personel. Jumlah tersebut belum ditambah personel dari instansi lain.
”Total ada 670 personel dari Polri, TNI, Dishub, Linmas dan Satpol PP. Kalau murni dari Polri sebanyak 455 personel,” ujar Hartoyo.
Pengamanan tersebut dibagi dalam beberapa titik. Sebagai antisipasi utama, pihaknya fokus di titik perbatasan. Titik-titik tersebut ditandai dengan pos pelayanan dan pengamanan.
”Pos pengamanan di batas kota. Ada lima titik. Totalnya ada total 10 pos pengamanan. Ada juga 11 pos pelayanan. Kemudian ada juga pos pantau yang sifatnya tidak tetap antara pukul 08.00 hingga 18.00. Tapi kalau Posyan dan Pos PAM itu 24 jam,” jelas Hartoyo.
Dia menegaskan, pos pengamanan Nataru tidak hanya fokus untuk mengamankan kamtibmas, namun juga mengedepankan disiplin protokol kesehatan. Sebab, pandemi Covid-19 masih belum berakhir.
”Masih dalam upaya penanggulangan Covid-19, pos pengamanan juga difokuskan untuk protokol kesehatan,” sebut Hartoyo.
Ketika ditanya soal aksi sweeping menjelang perayaan Natal, Hartoyo mengatakan, tahun ini tidak ada. Pihaknya akan fokus mengamankan ibadah.
”Kita pastikan saudara-saudara kita yang merayakan Natal dapat melaksanakan ibadah dengan khidmat. Kemudian aman dan tanpa gangguan,” ucap Hartoyo.
Untuk pencegahan kerumunan pada malam pergantian tahun, Hartoyo mengatakan, Polrestabes Surabaya akan mengadakan razia serta patroli. Keduanya akan dilakukan secara berkala.
”Sudah ada imbauan. Sudah kerja sama dengan forkopimda juga. Kemudian ditegaskan Pak Kapolres tidak boleh ada perayaan malam tahun baru. Silakan lakukan refleksi diri di rumah masing-masing,” tutur Hartoyo.
Soal larangan penjualan trompet dan kembang api, Hartoyo mengungkapkan, penindakan hukum akan dilakukan.
”Sudah diimbau untuk tidak menjual. Kalau menjual, akan kita razia dan lakukan penindakan hukum. Karena sifatnya kalau ada pesta kembang api, trompet, dan lain-lain itu menimbulkan kerumunan. Kita melakukan pencegahan. Kita akan lakukan operasi penindakan kepada penjual trompet dan kembang api,” kata Hartoyo.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=uHugfGt8Ug4

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
