
ilustrasi genangan. dok Jawa Pos
JawaPos.com–Hujan deras mengguyur wilayah Surabaya pada Jumat (4/12) sejak pukul 15.00. Dilansir dari laman resmi BMKG Juanda, hujan lebat disertai petir diperkirakan terjadi hingga dini hari (5/12). Turunnya hujan juga diperkirakan disertai dengan angin berkecepatan 5–30 km/jam.
Dari pantauan di lapangan, hujan lebat hampir merata terjadi di beberapa tempat di kota Surabaya. Hujan lebat tersebut mengakibatkan genangan antara 10 hingga 25 sentimeter. Misalnya, wilayah Kalianak. Air menggenang di jalanan yang sering dipadati kendaraan berat seperti truk. Genangan juga terjadi di wilayah Ngagel. Namun tidak mengakibatkan kemacetan memanjang.
Kepala BPB Linmas Irvan Widyanto menyatakan hujan lebat kali ini tidak mengakibatkan banjir, hanya genangan. ”Tadi genangan terjadi. Namun sudah surut. Hanya saat hujan air menggenang,” tutur Irvan pada Jumat (4/12) sore.
Menurut dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah berupaya mencegah terjadinya genangan. Pihaknya menerjunkan ratusan petugas sebagai upaya mitigasi dan untuk mengatasi genangan tersebut.
”Untuk upaya mitigasi, pemkot menurunkan 200 petugas. Mereka diterjunkan di berbagai wilayah di Surabaya,” ujar Irvan.
Linmas menggandeng beberapa elemen untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Misanya, Dinas PU, dan DKRTH.
”Jadi tidak hanya linmas yang turun. Ada juga petugas Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas PU, dan DKRTH,” papar Irvan.
Irvan menambahkan, pihaknya akan memaksimalkan upaya mitigasi banjir dengan kampanye melalui media sosial. Dia berharap seluruh pihak memahami apa yang harus dilakukan pada musim hujan seperti ini.
”Kami memaksimalkan peran media sosial. Harapannya semua sadar upaya antisipasi banjir pada musim hujan,” ucap Irvan.
Sementara itu, Kepala Dinas PMK Dedik Irianto mengatakan, terdapat beberapa laporan selama hujan lebat terjadi. Salah satunya di Jalan Tanah Merah Gang 1, ada kanopi rumah terlepas. ”Ada laporan kanopi rumah lepas di Jalan Tanah Merah dan Jalan Dukuh Setro Utara 2a, Gading, Kecamatan Tambaksari,” ujar Dedik.
Sementara itu, terdapat truk pasir yang terguling di bundaran Margomulyo Tandes. Akibatnya jalanan macet total. ”Truk terguling, jalanan macet total. Hingga kini masih proses evakuasi,” terang Dedik.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=EzpqRGgABwg

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
