Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 November 2020 | 01.36 WIB

Tak Ambil Pusing Soal Tudingan Pemecah Belah, Machfud Fokus ke Agenda

Machfud Arifin. Radar Surabaya - Image

Machfud Arifin. Radar Surabaya

JawaPos.com–Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin dituding sebagai dalang yang memecah belah PDI Perjuangan Surabaya. Menanggapi hal tersebut, mantan Kapolda Jawa Timur itu mengaku malas menanggapi.

”Saya sebenarnya malas membahas berita ini. Saya cuma bisa menghadapi. Bukan ranah saya yang membahas ini. Biar timses atau tim pemenangan saya. Video saudara Seno sudah tersebar. Apakah saya yang memecah? Silakan simpulkan sendiri,” tutur Machfud ketika ditemui pada Jumat (20/11).

Machfud menyatakan bahwa PDIP merupakan organisasi yang besar dan kuat. Sehingga dia heran ketika dituding menjadi dalang pemecah partai.

Gimana cara saya memecah belah? Jangan rumah tangga internal rusak saya yang disalahkan. Saya mau fokus menyapa warga. Saya ikuti agenda Bawaslu, deklarasi, dan lainnya. Saya ikut. Kalau saya lupa, istri saya yang mengingatkan. Saya komitmen pemilu bermartabat,” tegas Machfud.

Menurut dia, warga Surabaya tidak akan dengan mudahnya mempercayai berita hoax tudingan tersebut. Namun dia menduga akan ada yang merasa panas menjelang pencoblosan pada Desember.

”Mungkin dalam waktu singkat mendekati pemilu mungkin ada yang panas. Saya dibilang ono ini terserah. Gelombang besar akan saya jadikan surfing dan main-main untuk saya nikmati. Masalah tidak akan saya hindari. Nakhoda hebat mampu mengatasi gelombang besar,” jelas dia.

Ketika ditanya mengenai program yang dijiplak, Machfud memberikan istilah ekor tidak akan bisa sama dengan kepala. Dia mengaku tidak ambil pusing soal hal itu.

”Mulai dari program bantuan Rp 150 juta yang ditiru jadi 187 juta, masalah Dolly, surat ijo. Kami membuat program dari temuan di lapangan dan menemui warga. Bukan saya bikin-bikin sendiri,” tutur Machfud.

Dia menegaskan, temuan di lapangan yang menunjukkan bahwa masih banyak aset pemerintah kota yang belum dimanfaatkan dan disentuh secara langsung. Contohnya aset di eks lokalisasi Dolly yang masih dibiarkan menganggur.

”Orang Surabaya sudah pinter. Daripada nanti bolak-balik ke Dolly nangis-nangis, mending temui warga secara langsung. Saya sudah blusukan ke Dolly. banyak aset. 30an lebih loh. Tapi nggak dimanfaatkan. Yang dilatih juga sedikit. Pasar burung bagaimana, sekarang sepi. Ekonomi harus dibuat menggeliat. Prostitusi harus ditutup,” ucap Machfud.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=dluH1GD7TkI

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore