
BERPULANG: Setelah dijemput dari RSUD Ibnu Sina, jenazah Achmad Arinal Hakim alias Aril dibawa pulang oleh keluarga dan dimakamkan di Desa Sidokumpul, Bungah, Selasa (3/11). (Istimewa)
JawaPos.com – Teka-teki identitas jasad bocah yang ditemukan tewas di kubangan air Bukit Jamur, Bungah, pada Jumat lalu (30/10) akhirnya menunjukkan titik terang. Seperti dugaan sebelumnya, jasad itu berkaitan dengan anak yang dilaporkan hilang. Yakni, Achmad Arinal Hakim alias Aril asal Desa Sidokumpul, Bungah.
Kasatreskrim Polres Gresik AKP Bayu Febrianto Prayoga ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya telah melaksanakan otopsi bersama tim dokter forensik RSUD Ibnu Sina. ’’Tujuannya, mengetahui penyebab kematian dan identitasnya,’’ terang Bayu.
Meski begitu, dia mengatakan belum menerima hasil otopsi dari pihak rumah sakit. Alumnus Akpol 2007 itu juga belum berani memberikan kesimpulan terkait penyebab kematian bocah malang tersebut. ’’Penyelidikan terus dilakukan, mohon bersabar,’’ ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kamar Mayat RSUD Ibnu Sina Abdul Jadi mengatakan, tim medis memang baru menyelesaikan proses otopsi awal. ’’Hasil pemeriksaan otopsi awal berfokus pada identitas temuan jasad. Hasilnya, sesuai dengan anak hilang yang disampaikan Polsek Bungah,’’ ungkap Jadi.
Dia menyebutkan, beberapa bukti pendukung lainnya juga menjadi pertimbangan kuat atas kesimpulan tersebut. Yakni, pakaian yang dikenakan korban, beberapa data rekam medis, serta bukti lain yang ditunjukkan pihak keluarga. Salah satunya, sidik jari dari ijazah milik Aril.
Dengan kepastian itu, jasad korban pun telah dipulangkan ke rumah duka untuk dimakamkan pihak keluarga. ’’Terkait apa penyebab kematian korban, masih menunggu hasil visum resmi secara keseluruhan. Dijadwalkan, Kamis besok (5/11) hasilnya keluar,’’ jelas Jadi.
Namun, Jadi sempat menyebutkan, memang terdapat banyak bekas luka pada bagian belakang kepala korban. Apakah hal tersebut menjelaskan indikasi kuat bahwa korban merupakan korban pembunuhan? ’’Bukan wewenang kami untuk menyampaikan. Lagi pula, hasil visum resminya kan belum keluar,’’ tuturnya.
Kemarin pihak keluarga disertai dengan perangkat desa langsung mengambil jenazah Aril di RSUD Ibnu Sina. Saat ditemui, Arifin, ayah korban, tidak mau memberikan komentar. Maklum, pria yang bekerja di BPD Sidokumpul itu masih shock. Dia tampaknya belum percaya jasad tersebut adalah anaknya. Apalagi, Aril adalah anak semata wayangnya.
Arifin beserta perangkat desa tiba di rumah sakit sekitar pukul 11.00. Pada pukul 12.15, mereka keluar dari ruang instalasi forensik dan medikolegal. Kepala Desa (Kades) Sidokumpul Ahmad Asyhar mengungkapkan, pihaknya datang ke RSUD memang untuk mendampingi keluarga menjemput korban. ’’Langsung kami bawa pulang untuk dimakamkan,’’ ujarnya.
Jasad korban dimasukkan ke mobil jenazah untuk diantar ke rumah duka di Sidokumpul, Bungah. Setiba di rumah duka, sudah banyak keluarga dan warga yang menyambut. Mendung duka pun menggelayut mengiringi bocah kelas VIII SMP itu ke pemakaman. Sekitar pukul 13.30, korban dimakamkan di makam desa setempat.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Analisis Prediksi Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kans Besar Three Lions Lolos ke Semifinal!
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: Tembok Tebal La Roja Bakal Sulitkan Setan Merah!
Rekor 12 Pertemuan Norwegia vs Inggris: Three Lions Superior, Mampukah Erling Haaland Cs Mematahkan Dominasi?
Sepak Bola Indonesia Berduka, Tokoh Suporter Persebaya Surabaya Andie Peci Meninggal Dunia
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
